Dua Lokasi Karhutla Dumai kembali terbakar. Kok bisa?

id Karhutla dumai, bpbd dumai,karhutla riau,karhutla 2019,berita riau terbaru,berita riau antara

Dua Lokasi Karhutla Dumai kembali terbakar. Kok bisa?

Arsip foto. Seorang anggota polisi meloncat berusaha menghindari lahan gambut yang terbakar di Desa Teluk Makmur, kecamatan Medang Kampai, Dumai. Riau. Sabtu (16/3/2019). Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dalam skala besar kembali terjadi di Kecamatan Medang Kampai dan Dumai Timur yang mengalami kekeringan akibat cuaca panas dan diperkirakan kebakaran akan semakin luas terjadi bila hujan tidak turun pada akhir pekan ini. (ANTARA FOTO/Aswaddy Hamid/aww)

Dumai (ANTARA) - Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Dumai, Afrilagan. menyebut saat ini tim gabungan bersama Manggala Agni dan Kodim 032 Dumai berada di dua lokasi kebakaran hutan dan lahan yang kembali terbakar di Kecamatan Medang Kampai, Provinsi Riau, Kamis.

Dua titik panas terpantau oleh patroli udara ini berlokasi di Jalan M Yusuf dan Dahlia Kelurahan Teluk Makmur Medang Kampai pada Selasa (23/4), dan merupakan sisa kebakaran sudah ditangani sebelum Pemilu 2019, namun api kembali membara.

Areal terbakar merupakan lahan gambut dan kejadian sebelum Pemilu sudah dipadamkan dan dilakukan pendinginan, namun bara api kembali berkobar akibat cuaca panas.

"Tim gabungan kembali turun memadamkan api di dua lokasi lahan gambut yang sebelumnya sudah padam namun terbakar lagi, kemungkinan faktor cuaca panas," kata Afrilaganpada pers, Rabu (24/4).

Baca juga: Ada 15 tersangka penyebab Karhutla di Riau. Begini rinciannya

Disebutkan, untuk mengendalikan api yang kembali membara di lahan terbakar ini, tim gabungan diturunkan terdiri 6 BPBD, 8 TNI dari Kodim 032 dan 2 regu Manggala Agni.

BPBD Dumai mencatat sejak awal Januari hingga April 2019 ini luasan lahan gambut terbakar mencapai 233,25 hektare dengan dua kecamatan terdampak paling luas, yaitu Kecamatan Sungai Sembilan dan Medang Kampai.

Afrilagan memastikan dua titik api ini tidak menimbulkan jerebu atau kabut asap karena kualitas udara masih kategori normal dan petugas terus bekerja melakukan pemadaman.

"Kendala di lapangan lokasi jauh dan butuh alat berat untuk menjangkau titik api, dan karlahut sejauh ini belum menimbulkan kabut asap dengan kualitas udara masih normal," sebut Afrilagan.

Diketahui, Pemerintah Kota Dumai sudah menetapkan status siaga karlahut dan bencana asap hingga akhir Mai 2019, dan mengimbau masyarakat untuk menjaga lingkungan serta tidak melakukan pembakaran membuka lahan.

Baca juga: KLHK minta Pemprov Riau waspada Karhutla. Ini sebabnya

Baca juga: Dua Ahli IPB dilibatkan Polres Bengkalis dalam penanganan kasus Karhutla