Batalkan "Fun Walk", PSI Riau gelar donasi korban banjir Sumatera

id PSI

Batalkan "Fun Walk", PSI Riau gelar donasi korban banjir Sumatera

Ketua DPW PSI Provinsi Riau, Kelmi Amri menegaskan bahwa acara yang sudah diagendakan "Fun Walk" sebelumnya, batal digelar dan digantikan dengan kegiatan donasi untuk korban banjir yang terjadi di Sumatera. (HO - PSI)

Pekanbaru (ANTARA) - Ketua DPW PSI Provinsi Riau, Kelmi Amri menegaskan bahwa acara yang sudah diagendakan "Fun Walk" sebelumnya, batal digelar dan digantikan dengan kegiatan donasi untuk korban banjir yang terjadi di Sumatera.

Terkait flyer PSI Riau bertajuk Fun Walk di Pekanbaru yang banyak beredar dan dianggap tidak sensitif terhadap bencana yang melanda beberapa titik di Sumatera, ia menjelaskan bahwa flyer tersebut adalah flyer lama yang dibuat sebelum adanya bencana Sumatera.

“Itu materi publikasi yang kami buat sebelum bencana terjadi, kami publikasikan di medsos DPW Riau pada tanggal 25 November 2025. Acara telah kami siapkan lama sebelum bencana melanda Aceh, Sumut dan Sumbar,” tegas Kelmi dalam informasi tertulis diterima Antara Riau, Sabtu malam.

Kelmi menambahkan bahwa sudah ada perintah Ketum PSI, Kaesang Pangareng pada tanggal 27 November malam kepada Kelmi, “Sejak dua hari lalu Ketum PSI sudah membatalkan untuk hadir dalam acara tersebut karena “timing” acara yang tidak tepat dengan bencana Sumatera," jelasnya.

“Sesuai arahan Ketua Umum, kami DPW PSI Riau sudah mengganti acara tersebut menjadi penggalangan dana, penyerahan bantuan untuk korban bencana Sumatera serta jalan sehat,” tambah Kelmi menerangkan.

Tidak hanya itu Ketum PSI melalui rapat tanggal 28 November sudah memberikan araha kepada beberapa Ketua DPW di Sumatera untuk mendirikan Posko Tanggap Bencana. “Saat yang sama Mas Kaesang juga sudah memerintahkan pendirian pos bantuan dan tanggap bencana PSI di 3 Provinsi. Kami DPW PSI Riau juga ditugaskan untuk mendukung posko ke titik bencana terdekat,” pungkas Kelmi.

Pewarta :
Editor: Afut Syafril Nursyirwan
COPYRIGHT © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.