Ramallah (ANTARA) - Juru Bicara Presiden Palestina Mahmoud Abbas, Nabil Abu Rudeineh mengatakan perang yang masih dilancarkan Israel terhadap rakyat Palestina di Jalur Gaza dan Tepi Barat, termasuk Yerusalem, tidak akan dapat menciptakan keamanan atau stabilitas bagi siapapun.
Menurutnya, perang juga tidak akan memberikan legitimasi kebijakan apa pun yang diambil otoritas Israel.
Baca juga: UNRWA: 32 Ribu Warga Palestina Masih Terpaksa Mengungsi
Abu Rudeineh menyatakan serangan militer Israel di Tubas yang sudah berlangsung selama tiga hari berturut-turut, bersamaan dengan agresi di Jenin dan kamp pengungsinya serta di Tulkarm dan dua kamp pengungsinya, akan membuat kawasan terjerumus ke dalam lingkaran kekerasan dan eskalasi.
Ia menekankan bahwa Israel menantang komunitas internasional dengan terus melanggar hukum internasional dan resolusi-resolusi sah di forum global.
Sang jubir menegaskan bahwa Israel, melalui tindakan-tindakan ini dan aksi lainnya, berusaha menggagalkan upaya untuk menerapkan gencatan senjata di Gaza dan menghentikan serangan di Tepi Barat.
Ia juga menilai bahwa Zionis berupaya menutup segala peluang untuk mencapai keamanan dan stabilitas di kawasan atau untuk melakukan proses politik berdasarkan legitimasi internasional untuk mengakhiri pendudukan.
Abu Rudeineh mendesak pemerintah Amerika Serikat untuk segera melakukan intervensi secara tegas untuk memaksa Israel agar menghentikan perang terang-terangan mereka melawan rakyat Palestina dan menghentikan kekerasan yang dilakukan pemukim.
Ia memperingatkan bahwa tindakan semacam itu berpotensi memicu gejolak di kawasan sekaligus merusak segala upaya untuk meredam ketegangan.
Baca juga: PBB Soroti Hambatan Serius dalam Pengiriman Bantuan ke Gaza
Abu Rudeineh kembali menegaskan bahwa Gaza merupakan bagian tak terpisahkan dari tanah air Palestina dan Negara Palestina tunggal dan kesatuannya dengan Tepi Barat dan Yerusalem Timur adalah hak yang tetap dan tidak dapat dinegosiasikan.
Sumber: WAFA
