Ankara (ANTARA) - Serangan Israel terhadap wilayah Suriah melanggar kedaulatan dan integritas teritorial negara tersebut, kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Turki, Oncu Keceli pada Jumat.
"Menjelang peringatan pembebasan rakyat Suriah pada 8 Desember, dan di tengah seruan internasional untuk stabilitas Suriah, Israel kembali menunjukkan bahwa mereka sedang mengejar agenda destruktif lewat serangan terhadap Kota Beit Jinn di pedesaan Damaskus," kata Keceli di medsos X.
Baca juga: Pemilu Bersejarah! Suriah Gelar Pemilu Parlemen Pertama Usai Rezim Assad
Ia menekankan bahwa meski tidak ada ancaman dari Suriah, tindakan militer Israel melanggar kedaulatan dan integritas teritorial negara tersebut yang membahayakan warga sipil dan merusak stabilitas kawasan.
"Serangan Israel yang bertujuan menghalangi upaya pemerintah dan rakyat Suriah untuk memastikan keamanan, kesejahteraan dan perdamaian sosial harus segera dihentikan. Tanggung jawab atas peristiwa ini berada di tangan seluruh komunitas internasional," katanya.
Pascaserangan udara pada hari itu, Syria TV melaporkan bahwa militer Israel telah mengerahkan tank-tank dan kendaraan lapis baja ke pedesaan Damaskus.
Baca juga: Bentrok di Suwayda Memanas, Erdogan Peringatkan Dampaknya ke Kawasan
Menurutnya, pesawat Israel menyerang desa Mazraat Beit Jinn sehingga menewaskan sedikitnya 13 warga sipil dan melukai 25 lainnya, termasuk anak-anak dan perempuan.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
