Wilayah Udara Timur Polandia Kian Ketat: Maskapai Diminta Waspada

id Polandia

Wilayah Udara Timur Polandia Kian Ketat: Maskapai Diminta Waspada

Polandia telah mengumumkan penambahan pasukan ke perbatasan dengan Belarus. (ANTARA/Anadolu)

Moskow (ANTARA) - Polandia telah memperpanjang pembatasan penggunaan wilayah udaranya di dekat perbatasannya dengan Ukraina dan Belarusia hingga 9 Maret 2026, kata Badan Layanan Navigasi Udara Polandia (PANSA) pada Jumat.

Masa berlaku sebelumnya untuk pembatasan tersebut ditetapkan hingga 9 Desember.

Baca juga: Eropa hadapi Ancaman tarif AS, PM Polandia serukan Uni Eropa tetap bersatu

"Badan Layanan Navigasi Udara Polandia telah memperpanjang pembatasan penggunaan bebas sebagian wilayah udara Polandia hingga 9 Maret 2026, memperbarui zona pembatasan di sepanjang perbatasan dengan Ukraina dan Belarusia," demikian pernyataan badan tersebut.

Permintaan perpanjangan pembatasan tersebut telah diterima dari komando operasional angkatan bersenjata karena alasan keamanan nasional, imbuh badan tersebut.

"Pembatasan tersebut tidak berlaku untuk penerbangan penumpang, karena tingkat pembatasannya adalah zona dari darat hingga ketinggian sekitar tiga kilometer (1,9 mil). Zona ini meluas dari 26 hingga 50 kilometer ke daratan, tergantung lokasinya," kata PANSA.

Penerbangan umum, khususnya pesawat kecil dan pesawat pribadi, boleh beroperasi pada siang hari, dengan syarat informasi rencana penerbangan diserahkan kepada otoritas terkait dan pesawat dilengkapi dengan stasiun radio dan transponder. Namun, penerbangan semacam itu dilarang pada malam hari, imbuh badan tersebut.

Terkait pesawat nirawak sipil (UAV), badan tersebut mengklarifikasi bahwa penerbangan UAV diperbolehkan pada siang hari, dengan syarat tidak melanggar zona identifikasi pertahanan udara Belarusia dan Ukraina, kata PANSA. Namun, penerbangan drone pada malam hari tetap dilarang, tambahnya.

Pada 10 September, angkatan bersenjata Polandia menyatakan telah menembak jatuh beberapa drone yang melanggar wilayah udara negara tersebut.

Perdana Menteri Polandia Donald Tusk mengatakan bahwa drone-drone yang dianggap mengancam telah ditembak jatuh di atas wilayah Polandia, dan mengklaim bahwa drone-drone tersebut milik "Rusia", meskipun dia tidak memberikan bukti apa pun.

Baca juga: Gim Indonesia torehkan transaksi bisnis senilai Rp73,1 miliar di Polandia

Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen kemudian mengatakan bahwa lebih dari 10 UAV terlibat dalam insiden tersebut.

Kuasa usaha Rusia di Polandia, Andrey Ordash, mengatakan kepada RIA Novosti bahwa Warsawa belum memberikan bukti mengenai dugaan bahwa pesawat tanpa awak tersebut berasal dari Rusia.

Sumber: Sputnik-OANA

Pewarta :
Editor: Vienty Kumala
COPYRIGHT © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.