Seksi 1 Tol Pekanbaru-Dumai bisa digunakan awal 2020, begini penjelasannya

id tol pekanbaru dumai,hutama karya,proyek strategis nasional ,tol trans sumatera,berita riau antara,berita riau terbaru

Seksi 1 Tol Pekanbaru-Dumai bisa digunakan awal 2020, begini penjelasannya

Lokasi proyek Jalan Tol Pekanbaru-Dumai di Provinsi Riau, Selasa (30/4/2019). (Antaranews/FB Anggoro)

Pekanbaru (ANTARA) - PT Hutama Karya (HK), sebagai kontraktor utama proyek jalan tol Pekanbaru-Dumai, menyatakan bagian seksi 1 sepanjang sekitar 12,5 kilometer sudah bisa digunakan untuk umum pada awal tahun 2020.

"Panjang tol keseluruhan 131 kilometer, progres sudah 85 persen. Untuk pengoperasiannya pintu tol di seksi 1 sudah bisa dilalui tahun ini. Namun butuh uji coba dari Kementerian PUPR," kata Sekretaris Perusahaan PT HK, M. Fauzan dalam diskusi Panel Jalan Tol Dorong Pemerataan Ekonomi dan Efesiensikan Transportasi Riau bersama Bisnis Indonesia, di Pekanbaru, Kamis.

Ia menyatakan semula HK menargetkan untuk bisa mengoperasikan jalan tol Pekanbaru-Dumai pada akhir tahun 2019. Namun, ternyata ada kendala dalam pembebasan lahan, persiapan enam lintasan gajah sumatera dan ada persinggungan ruas jalan dengan fasilitas pipa perusahaan minyak.

Baca juga: Inilah Konstruksi Tol Pekanbaru-Dumai yang Biayanya Rp90 Miliar per Kilometer

Menurut dia, proses pembebasan lahan untuk seksi 3 dan 4 belum rampung. Hingga saat ini progres pengerjaan jalan tol Pekanbaru-Dumai sudah mencapai 85 persen.

"Kalau untuk seksi 5 dan 6 sudah selesai (pembebasan lahan), sekarang progres pembangunan," kata Fauzan.



Ia mengatakan untuk pengerjaan seluruh enam seksi dalam proyek tol tersebut paling lambat kelar pada Maret 2020. Meski begitu, seksi 1 yang sudah rampung sudah bisa digunakan pada awal tahun depan apabila uji kelayakan berjalan lancar.

"Kalau untuk seksi 1 sepanjang 12,5 Kilometer, sudah bisa dilalui tapi perlu ujicoba dulu. Bisa saja di awal Januari minggu kedua bisa dibuka," katanya.

Terkait dengan belum selesainya pembebasan lahan di seksi 3 dan 4, lanjutnya, untuk pembebasan lahan menajdi tanggung jawab dari Kementerian PUPR dan Badan Pertanahan Nasional (BPN) karena proyek tersebut merupakan proyek strategis nasional (PSN) Tol Trans Sumatera dari Presiden Joko Widodo.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Riau, M. Taufiq mengatakan uji kelayakan jalan tol juga akan melibatkan Dinas Perhubungan Provinsi dan Direktorat Lalu Lintas Polda Riau. Ia mengatakan pemerintah daerah juga menyiapkan infrastruktur jalan arteri menuju pintu tol agar arus lalu lintas lancar.

Seksi 1 jalan tol Pekanbaru-Dumai akan berlokasi dari pintu tol di daerah Muara Fajar, Pekanbaru, hingga simpang Perawang, Kabupaten Siak.

"Misalkan penyiapan rambu dan lampu jalan kalau diperlukan. Jangan sampai keluar masuk tol muncul kepadatan kendaraan di jalan arteri," ujar Taufiq.

Ia mengatakan Pemprov Riau mengharapkan jalan tol segera rampung karena manfaatnya besar untuk efisiensi waktu tempuh dari Pekanbaru-Dumai yang selama ini mencapai enam jam lewat Jalan Lintas Timur Sumatera.

"Secara total, jalan tol ini bisa memangkas waktu tempuh Pekanbaru ke Dumai jadi satu setengah jam," ujarnya.

Baca juga: Eksekusi lahan Tol Pekanbaru-Dumai di Kandis, polisi klaim berjalan damai

Baca juga: (VIDEO) Begini desain terowongan Gajah Sumatera di jalan tol Pekanbaru - Dumai

Baca juga: Tol Pekanbaru-Dumai ditargetkan beroperasi Maret 2020


Pewarta :
Editor: Febrianto Budi Anggoro
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar