Karhutla Pesisir Riau Meluas dari Rohil merambat ke Dumai

id karhutla,karhutla riau,bpbd riau,rohil,dumai,lingkungan

Petugas BPBD mencoba memadamkan kebakaran lahan di daerah Tanah Putih, Kabupaten Rokan Hilir, Riau, Januari 2019. (Foto dok. BPBD Riau)

Pekanbaru, (Antaranews Riau) - Kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di wilayah pesisir Provinsi Riau, tepatnya di Kecamatan Tanah Putih, Kabupaten Rokan Hilir terus meluas hingga ke Kota Dumai dengan luasan sekitar 20 hektare, Jumat.

Kepala Bidang Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, Jim Gafur kepada Antara di Pekanbaru, Jumat mengatakan cuaca panas dan angin kencang membuat upaya pemadaman sulit dilakukan.

"Jika kemarin luas kebakaran 15 hektare, hari ini terus meluas hingga mencapai 20 hektare. Tim gabungan masih terus berjibaku melakukan pemadaman di sana," kata Jim.

Baca juga: Baru awal tahun 2019, kebakaran lahan sudah hanguskan belasan hektare di pesisir Riau

Ia menjelaskan kebakaran yang terjadi di lahan gambut kering tersebut menyebabkan api dengan mudah menyebar. Selain dipengaruhi faktor cuaca ekstrem, upaya pemadaman juga terkendala dengan lokasi titik api yang sulit dijangkau melalui jalur darat.

Selain itu, asap juga sangat tebal sehingga tim gabungan TNI, Polri dan Manggala Agni serta BPBD setempat harus ekstra waspada. "Aksesnya susah, masuk ke hutan. Tim turun semua dan kita juga turut membantu peralatan dari BPBD Provinsi," ujarnya.

Lebih jauh, akibat kebakaran yang terus meluas tersebut Jim menuturkan seorang warga yang tinggal di sekitar kawasan yang terbakar juga harus diungsikan.

Blokir Titik Api

Kepala Polsek Tanah Putih Kompol L Simatupang menjelaskan kebakaran di Kecamatan Tanah Putih tepatnya Desa Mumugo meluas hingga ke Sungai Sembilan, Kecamatan Dumai Barat, Kota Dumai. Secara administratif, kedua lokasi itu berdekatan.

"Hari ini sudah memasuki hari ke lima kebakaran di sini. Kita masih kesulitan mengendalikan api. Saat ini api meluas ke wilayah Sungai Sembilan Kota Dumai," kata Simatupang kepada Antara.

Untuk itu, salah satu cara mengatasi kebakaran adalah mencegah titik api terus meluas. Dia mengatakan tim gabungan berupaya memblokir titik api dengan membuat parit serta membersihkan semak yang berpotensi mudah terbakar.

"Mohon doanya agar kebakaran dapat segera dikendalikan," tuturnya.

Baca juga: Potensi Karhutla 2019 Bakal Meningkat Karena El Nino

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru pada Jumat mendeteksi tujuh titik panas yang mengindikasikan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Provinsi Riau, Jumat.

Analis BMKG Stasiun Pekanbaru, Bibinmengatakan dari tujuh titik panas yang terpantau melalui pencitraan Satelit Terra dan Aqua lima diantaranya dipastikan sebagai titik api. Ia mengatakan bahwa titik api merupakan indikasi kuat terjadinya Karhutla dengan tingkat kepercayaan diatas 70 persen.

Kelima titik api tersebut, kata Bibin, menyebar di Rokan Hilir tiga titik dan dua titik lainnya di Kota Dumai. Di Rokan Hilir, ketiga titik api dengan tingkat kepercayaan mencapai 93 persen menyebar di Desa Mumugo, Kecamatan Tanah Putih.

"Sementara di Dumai titik api terdeteksi di Kecamatan Dumai Barat dengan tingkat confidence 83 persen," tuturnya.

Baca juga: BPBD Riau Minta Kasus Kebakaran Lahan Diusut Pelakunya

Baca juga: BMKG: Pesisir Riau rawan kebakaran hutan dan lahan


Pewarta :
Editor: Febrianto Budi Anggoro
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar