Korban meninggal akibat wabah COVID-19 di Hubei bertambah 116 orang

id Berita hari ini, berita riau terkini, berita riau antara, covid-19

Korban meninggal akibat wabah COVID-19 di Hubei bertambah 116 orang

Petugas medis dengan pakaian pelindung menerima pasien di Pusat Konferensi dan Pameran Internasional Wuhan, yang diubah menjadi rumah sakit sementara bagi pasien dengan gejala ringan akibat virus novel corona, di Wuhan, Provinsi Hubei, China, Rabu (5/2/2020). (China Daily via REUTERS/wsj/djo)

Beijing (ANTARA) - Korban meninggal akibat wabah COVID-19, nama resmi virus corona, di Provinsi Hubei China masih terus bertambah dengan 116 kematian baru, demikian diungkapkan komisi kesehatan provinsi, Jumat.

Dari kematian baru, 88 di antaranya tercatat di ibu kota provinsi Wuhan, yang diyakini sebagai tempat pertama kali muncul virus seperti flu pada Desember lalu.

Baca juga: Islam dalam pusaran wabah virus corona

Sebanyak 4.823 kasus lainnya terdeteksi di Hubei, menambah jumlah total di provinsi tersebut menjadi 51.986 kasus. Lebih dari empat perlima dari kasus baru di provinsi itu terdapat di Wuhan.

Komisi tersebut pada Jumat tidak mengungkapkan jumlah kematian keseluruhan dari virus yang baru teridentifikasi itu.

Namun pada Kamis (13/2), Komisi Kesehatan Nasional mengungkapkan jumlah kematian akibat wabah virus corona di daratan China hingga Rabu (12/2) malam meningkat menjadi 1.367, naik 254 kematian dari hari sebelumnya.

Di seluruh daratan China terdapat 15.152 infeksi baru terkonfirmasi. Angka tersebut menambah jumlah kasus secara keseluruhan menjadi 59.804, kata Komisi.

Peningkatan tajam terjadi setelah otoritas Hubei menyebutkan mereka telah menggunakan metode diagnositik yang lebih cepat, dengan menggunakan pemindai tomografi melalui komputer (CT), yang disebutkan NHC telah mendiagnosa 13.332 infeksi baru.

Baca juga: Satu orang WNI baru kembali dari Malaysia diduga terjangkit virus Corona

Baca juga: Sabtu, WNI dari Wuhan sudah bisa tinggalkan Natuna


Pewarta : Asri Mayang Sari

Pewarta :
Editor: Vienty Kumala
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar