Alasannya Low Season, Lion Air Kurangi 1 Frekuensi Penerbangan Pekanbaru-Medan

id alasannya low, season lion, air kurangi, 1 frekuensi, penerbangan pekanbaru-medan

Alasannya Low Season, Lion Air Kurangi 1 Frekuensi  Penerbangan Pekanbaru-Medan

Pekanbaru, (Antarariau.com) - Pengelola Bandar Udara Internasional Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru menyebut, maskapai Lion Air terpaksa kurangi satu frekuensi terbang rute Pekanbaru-Medan pergi pulang sebagai imbas pengurangan 10 kali penerbangan dalam sehari akibat ketiadaan penumpang di musim sepi.

"Sekarang Pekanbaru-Medan hanya dilayani tiga kali akibat low season (musim sepi) dari sebelumnya empat frekuensi dalam satu hari oleh tiga operator," kata General Manager Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II, Jaya Tahoma Sirait di Pekanbaru, Jumat.

Ia menjelasakan, berdasarkan data pihaknya operasional rute Pekanbaru-Medan pergi pulang dilayani oleh tiga maskapai dengan empat frekuensi penerbangan yakni operator NAM Air dengan nomor penerbangan IN-9037 pada pukul 12.55 Wib.

Lalu operator Citilink dengan nomor penerbangan QG-979 jam 14.05 Wib dan operator Lion Air terdiri dari dua penerbangan masing-masing dengan nomor JT-141 jam 14.25 Wib serta JT-294 pukul 18.25 setiap hari.

"Terdapat satu maskapai yakni Lion Air mengurangi penerbangan terkadang siang atau sore hari. Ini lazim dilakukan maskapai karena ketiadaan penumpang di musim sepi penerbangan," ucap Jaya.

Kepala Perwakilan Siriwijaya Air Cabang Pekanbaru, Darwis Monteski sebagai salah satu kompetiror rute Pekanbaru-Medan mengaku, maskapai ditutut harus pandai memenangkan persaingan antar sesama operator terutama pada rute yang sama.

"Untuk Pekanbaru-Medan, alhamdulillah seat load factor (tingkat keterisian) kita masih bagus. Persaingan memang ada, cuma kan ada salah satu kompetitor yang dia on dan off untuk frekuensi rute itu," ujarnya.

Darwis mengklaim, secara umum anak usaha Sriwijaya Air yakni NAM Air melayani satu-satu rute penerbangan domestik di Pekanbaru tersebut, masih stabil dengan rata-rata tingkat keterisian penumpang minimal 80 persen setiap kali terbang.

Tahun lalu atau tepatnya tanggal 11 November 2015, maskapai NAM Air secara resmi melayani rute penerbangan Medan-Pekanbaru pergi pulang satu kali sehari dengan menggunakan pesawat jenis Boeing 737-500 berkapasiatas 120 penumpang, terdiri 8 kelas bisnis dan 112 kelas ekonomi.

Menurut kalangan pelaku bisnis tranportasi udara setempat menyebut kehadiran NAM Air, telah membuat hidupkan persaingan di rute tersebut karena selama setahun lebih rute domestik itu hanya dilayani oleh maskapi Lion Air.

"Sebab di rute yang sama sudah ada kompetitor lain yakni Citilink, sehingga untuk market (pasar) ini ada empat flight (penerbangan) sehari, tapi faktanya tiga kali satu hari," terang dia.

"Tapi kita tidak terlalu terganggu untuk dapatkan calon penumpang, termasuk saat ini di kondisi low season," papar Darwis