Presiden Jokowi akan bertemu PM Albanese dan Gubernur Jenderal Australia

id Berita hari ini, berita riau antara, berita riau terbaru, Astralia

Presiden Jokowi akan bertemu PM Albanese dan Gubernur Jenderal Australia

Presiden Joko Widodo tiba di Sydney, Australia, Senin (3/7/2023) malam untuk menghadiri rangkaian Annual Leaders’ Meeting 2023. (ANTARA/HO-Biro Pers Sekretariat Presiden.)

Jakarta (ANTARA) - Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dijadwalkan menghadiri rangkaian Annual Leaders’ Meeting (ALM) bersama Perdana Menteri (PM) Australia Anthony Albanese di Taronga Center, Sydney dan melakukan pertemuan dengan Gubernur Jenderal Australia David Hurley di Admiralty House, Sydney, , Selasa.

Sebelum bertemu dengan PM Alabanese dan Gubernur Jenderal Hurley, Presiden Jokowi akan melakukan pertemuan dengan para CEO perusahaan-perusahaan Australia di hari kedua kunjungan kerja ke Australia, sebagaimana keterangan tertulis Biro Pers Sekretariat Presiden diterima di Jakarta.

Setelah bertemu dengan para CEO perusahaan Australia, Presiden akan menuju Admiralty House yang merupakan kediaman resmi dari Gubernur Jenderal Australia, David Hurley. Di sana, Presiden akan mengikuti serangkaian upacara penyambutan kenegaraan oleh Gubernur Jenderal Hurley.

Selanjutnya, Presiden akan melakukan pertemuan singkat dengan Gubernur Jenderal Australia. Rangkaian kunjungan kenegaraan tersebut diakhiri dengan jamuan santap siang kenegaraan bersama.

Usai pertemuan bersama Gubernur Jenderal, Presiden dijadwalkan menghadiri rangkaian Annual Leaders’ Meeting (ALM) bersama Perdana Menteri (PM) Australia, Anthony Albanese di Taronga Center. Setelahnya, Presiden dan PM Albanese juga diagendakan mengunjungi Sumatran Village yang berlokasi di Taronga Zoo untuk melihat harimau sumatra.

Kegiatan pada hari kedua akan ditutup dengan jamuan makan malam antara Presiden Jokowi dan PM Albanese.

Sebelumnya, Presiden Jokowi menjelaskan sejumlah agenda prioritas yang dibahas bersama PM Anthony Albanese adalah investasi dan perdagangan sebagai topik utama, serta bidang kesehatan, transisi energi, dan peningkatan sumber daya manusia (SDM).

"Utamanya investasi dan perdagangan karena ada kenaikan perdagangan dan investasi yang cukup drastis dari Australia, kemudian di bidang kesehatan, transisi energi, dan peningkatan SDM," kata Presiden.

Presiden Jokowi bersama delegasi akan berada di Sydney selama 2 hari, 3—4 Juli 2023.

Baca juga: Inggris, Kanada dan Australia imbau Israel untuk batalkan pemukiman baru

Baca juga: Australia secara absentia jatuhkan sanksi kepada tiga pria atas jatuhnya pesawat MH17