Perlu kesadaran kepala daerah untuk ikut bangun transportasi umum

id Berita hari ini, berita riau terbaru, berita riau antara, transportasi umum

Perlu kesadaran kepala daerah untuk ikut bangun transportasi umum

KRL melintas dengan latar belakang gedung bertingkat di kawasan Tanah Abang, Jakarta, Jumat (23/10/2020). (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/wsj.)

Jakarta (ANTARA) - Pengamat Transportasi Universitas Soegijapranata Semarang, Jawa Tengah, Djoko Setijowarno menilai perlu kesadaran kepala daerah untuk ikut membangun transportasi umum, khususnya transportasi darat di daerah untuk menumbuhkan budaya bertransportasi umum.

"Transportasi umum itu menyangkut sistem, dan itu berhubungan dengan pemerintah daerah. Tapi kepala daerah itu jarang yang peduli angkutan umum, mereka pedulinya bangun jalan," katanya dihubungi di Jakarta, Sabtu.

Baca juga: Mobil listrik Volkswagen akan jadi alat transportasi umum di Pulau Astypalea

Menurut Djoko, memang perlu ada kesadaran bagi kepala daerah untuk membangun transportasi umum.

"Di pusat ada anggarannya, tapi kalau daerah tidak mau, ya tidak bisa. Jadi perlu komitmen daerah," katanya.

Kendati demikian, Djoko menyebut kini sudah sudah ada sejumlah kepala daerah yang mau ikut membangun transportasi umum.

Menurut dia, keberadaan transportasi umum selain memberi layanan bagi masyarakat, juga akan membantu pengusaha transportasi di daerah.

Pemerintah, melalui Ditjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, tengah menyiapkan sistem transportasi intelijen atau ITS Grand Design untuk bisa diimplementasikan di Indonesia.

Pembangunan transportasi umum dinilai menjadi salah satu pilar utama perhubungan darat. Peningkatan kualitas dan kuantitas perhubungan darat seperti transportasi darat dan kebutuhan pejalan kaki jadi tujuan pula dalam peringatan Hari Perhubungan Darat Nasional yang diperingati setiap 22 November.

Baca juga: Kota Semarang berencana siapkan alternatif transportasi umum berbasis kereta

Baca juga: Tulus: Pengelola Transportasi Umum Seharusnya Berbadan Hukum


Pewarta: Ade irma Junida

Pewarta :
Editor: Vienty Kumala
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar