Pemda Riau diminta tak lengah Karhutla di tengah corona

id DPRD RIAU,waspada karhutla, waspada corona, karhutla vs corona,karhutla riau, karhutla

Pemda Riau diminta tak lengah Karhutla di tengah corona

Sekretaris Komisi II DPRD Riau Sugianto (ANTARA/Diana Syafni).

Pekanbaru (ANTARA) - Sekretaris Komisi II DPRD Riau Sugianto meminta pemerintah daerah untuk tidak lengah dengan persoalan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), di tengah permasalahan lainnya yakni virus corona disease atau COVID-19 yang mewabah di kawasan setempat.

Kedua persoalan ini menjadi ancaman serius bagi Provinsi Riau, mengingat daerah setempat sudah masuk musim kemarau panjang sehingga titik panas di sejumlah lokasi sudah mulai bermunculan.

"Pencegahan karhutla juga harus menjadi fokus perhatian di tengah wabah virus corona. Jangan sampai titik api bermunculan menimbulkan persoalan baru bagi kita, kita sudah cukup direpotkan dengan corona ini," ucap Sugianto di Pekanbaru, Rabu.

Pada Rabu (25/3) ini, menurut informasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), ada 19 titik panas terdeteksi di Riau, dimana kemunculan titik panas tertinggi berada di Kabupaten Pelalawan berjumlah tujuh titik api.

Sugianto mengajak semua pihak berjibaku menanggulangi Karhutla. Tindakan preventif perlu difokuskan untuk mengantisipasi agar kejadian serupa tak terulang lagi seperti tahun-tahun sebelumnya.

Tak hanya kepada pemerintah, Sugianto juga mengimbau pihak perusahaan perkebunan untuk memantau areal konsesi mereka agar tidak terbakar. Begitupun dengan masyarakat, diminta untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar.

"Bayangkan saja, jika terjadi kebakaran hutan yang menyebabkan kabut asap. Tentu menambah parah kondisi saat ini. Ditambah lagi dengan kelangkaan masker. Jadi semua pihak saya harap berjibaku untuk mengatasi karhutla dan corona," ucapnya.

Namun begitu, dia mengapresiasi aplikasi lancang kuning yang diinisiasi Polda Riau untuk memonitoring kemunculan titik panas. Bantuan teknologi ini dinilai efektif menekan kasus kebakaran yang melanda daerah itu sepanjang 2020 ini.

"Kita memberikan apresiasi kepada Polda yang meluncurkan aplikasi Lancang Kuning Nusantara, terbukti kemunculan titik api lebih cepat dapat teratasi dengan adanya aplikasi ini," ucap politisi PKB Riau itu.

Baca juga: Polda Riau tangani 48 tersangka karhutla, begini penjelasannya

Baca juga: Mengenal TRC, Kopassus-nya pemadam api Sinarmas Forestry


Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar