Warga Pulau Rupat bersihkan sampah plastik yang cemari objek wisata Pantai Tanjung Lapin

id pulau rupat,pantai tanjung lapin,pariwisata riau,dinas pariwisata riau,berita riau antara,berita riau terbaru

Warga Pulau Rupat bersihkan sampah plastik yang cemari objek wisata Pantai Tanjung Lapin

Sejumlah warga membersihkan Pantai Tanjung Lapin dari sampah plastik di Pulau Rupat, Kabupaten Bengkalis, Riau, Selasa (12/11/2019). (ANTARA/HO-Dispar Riau)

Pekanbaru (ANTARA) - Sekitar 100 warga yang tergabung dalam Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Pantai Tanjung Lapin, bersama-sama membersihkan objek wisata yang berlokasi di sebelah utara Pulau Rupat, Kabupaten Bengkalis, Riau itu, dari sampah plastik yang mencemari pantai.

"Sampah plastik yang ditinggalkan pengunjung harus diperhatikan. Walaupun sudah disiapkan tempat sampah masih ada juga sampah yang berserakan. Untuk itu kami menggelar gerakan aksi Sapta Pesona memungut sampah plastik di Pantai Tanjung Lapin. Semoga kegiatan ini bisa menjaga pantai dan laut," kata Ketua Pokdarwis Pantai Tanjung LapinSadikin di Pulau Rupat, Selasa.

Warga mulai bergotong-royong sejak pukul 08.00 hingga 11.30 WIB. Kegiatan itu diawali dengan pembekalan bimbingan teknis Sapta Pesona menghadirkan narasumber akademisi ekowisata, Sekjen Himpunan Pramuwisata Indonesia dan Kepala Bidang Sumber Daya Pariwisata (SDP) pada Dinas Pariwisata Riau.

Ketua PokdarwisPantai Tanjung LapinSadikin mengatakan Pantai Tanjung Lapin merupakan kawasan wisata bahari yang menjadi primadona Kabupaten Bengkalis, lokasinya berbatasan langsung dengan negara jiran Malaysia. Menurutnya limbah sampah plastik sangat mengganggu objek wisata itu.

Ia mengatakan pencemaran dari sampah plastik menjadi ancaman serius di Kawasan pantai dan laut. Limbah sampah plastik berasal dari daratan dan berasal dari pelayaran dapat masuk ke laut dan akan mengalami proses pelapukan yang akan merusak ekosistem pesisir.

Baca juga: Investor minati potensi wisata Pulau Rupat Riau, ini sebabnya

Sejumlah warga membersihkan Pantai Tanjung Lapin dari sampah plastik di Pulau Rupat, Kabupaten Bengkalis, Riau, Selasa (12/11/2019). (ANTARA/HO-Dispar Riau)


Kegiatan aksi pungut sampah plastik itu turut didukung oleh Dinas Pariwisata Riau. Kepala Bidang SDP Dinas Pariwisata Dispar RiauYul Achyarmengatakan limbah sampah plastik di pantai dan laut bisa mengancam kehidupan hewan di laut dan berdampak negatif pada jumlah kunjungan wisatawan.

"Dinas Pariwisata Riau sangat memberikan apresiasi dan mendukung gerakan pungut sampah plastik di Pantai Tanjung Lapin dan bisa dicontoh oleh Pokdarwis lainya," ujar Yul Achyar ketika mengikuti aksi pungut sampah plastik di Pantai Tanjung Lapin.

Yul menjelaskan, Pantai Tanjung Lapin termasuk desa wisata bahari yang telah ditetapkan sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) melalui peraturan Pemerintah nomor 50 tahun 2011 tentang rencana induk pembangunan kepariwisataan nasional tahun 2010 – 2025 dan bakal dijadikannya Pulau Rupat utara sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata.

"Semoga kawasan Rupat Utara bisa manjadi sebuah harapan besar bagi masyarakat dan pelaku usaha untuk memajukan daerahnya sehingga bisa berdampak positif terhadap ekonomi," katanya.

Data Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI menyebutkan, wilayah lautan Indonesia terdampak pencemaran akibat sampah, mendominasi yaitu sekitar 1,29 juta metrik ton per tahun. Hal ini juga berdampak negatif dapat menurunkan sektor pariwisata 1-5 persen. Pada kondisi terburuk mencapai 8-25 persen.

Baca juga: 45 tim akan bertarung di Siak International Serindit Boat Race, 6 dari luar negeri

Baca juga: Riau gelar kompetisi pesona destinasi wisata berhadiah puluhan juta
Pewarta :
Editor: Febrianto Budi Anggoro
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar