Riau gelar kompetisi pesona destinasi wisata berhadiah puluhan juta

id pariwisata riau,kompetisi pesona destinasi riau,berita riau antara,berita riau terbaru

Riau gelar kompetisi pesona destinasi wisata berhadiah puluhan juta

Sebanyak 50 Finalis Bujang Dara Riau ketika berkunjung ke objek wisata sejarah Istana Siak, Senin 5 Agustus 2019. (Antaranews/HO-Dispar Riau)

Pekanbaru (ANTARA) - Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Riau menggelar kompetisi untuk pemerintah kabupaten dan kota di Riau dalam pengelolaan destinasi wisata dan strategi pemasarannya, dengan hadiah mencapai puluhan juta rupiah.

"Total seluruh hadiah Pesona Destinasi Riau 2019 senilai Rp90 juta untuk lima kategori," kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pariwisata Riau, Raja Yoserizal, di Pekanbaru, Selasa.

Ia mengatakan kompetisi bertajuk "Pesona Destinasi Riau 2019" itu untuk memotivasi pemerintah daerah agar serius dalam mengelola destinasi pariwisata di daerahmasing-masing.

"Kegiatan ini juga sebagai instrumen alat ukur sejauh mana keberhasilan dan partisipasi serta kerja sama sektor pemerintah maupun swasta, masyarakat dalam pembangunan pariwisata dalam mengelola destinasi di daerahnya," kata dia.

Baca juga: Dispar Riau dukung lokomotif peninggalan Jepang jadi Objek Wisata, begini penjelasannya

Sebanyak lima kategori lomba, yakni destinasi wisata favorit, destinasi wisata halal favorit, iven favorit, destinasi wisata sejarah favorit, dan penghargaan kepada bupati/wali kota.

Tim penilai atau kurator, yakni budayawan Riau,Suwardi, akademisi Universitas Lancang Kuning,Junaidi,wartawan senior Kompas, Syahnan Rangkuti, Kabid Destinasi Dispar Riau, Raja Hendra Saputra, dan Wakil Sekjen DPP Himpunan Pramuswisata Indonesia, Osvian Putra.

Ia menjelaskan penilaian akan mengacu pada prinsip 3A, yakni Atraksi, Aksesibilitas, Amenitas (sarana dan prasarana). Penilaian lainnya adalah prinsip 3S (Size, Sustainable, Spread).

Kompetisi tersebut diawali dengan permintaan usulan ke Dinas Pariwisata di kabupaten/kota untuk mengirimkan data destinasi wisata dengan kategori yang telah ditetapkan dan mengacu kepada pedoman penilaian Pesona Destinasi Riau.

"Tim penilai akan memverifikasi serta menyeleksi usulan tersebut, dan dilanjutkan ekspos oleh kepala Dinas Pariwisata kabupaten/kota terkait usulan tersebut. Kabupaten/kota yang keluar sebagai pemenang akan diberikan penghargaan dan hadiah pada malam puncak," ujarnya.

Baca juga: Puteri Indonesia Pariwisata harap agar Menparekraf amanah bertugas

Rangkaian kegiatan itu, yaitu membentuk tim perumusan pesona destinasi, meminta kabupaten/kota mengusulkan Pesona Destinasi Riau dalam jangka waktu satu bulan, mulai 23 Oktober 2019.

Selain itu, ekspose oleh kepala Dinas Pariwisata kabupaten/kota kepada kurator. Pelaksanaannya telah berjalan sejak satu bulan lalu, tepatnya pada 23 September 2019.

Setelah melalui proses administrasi dan kurasi, pemenang akan diberikan penghargaan dan hadiah bersempena dengan Festival Ruang Kita pada awal Desember 2019.

Baca juga: Kisah di balik Billboard Justin Bieber di warung STMJ yang hiasi Kota Pekanbaru

Kota Pekanbaru sudah mengusulkan destinasi wisata sejarah Kampung Wisata Senapelan, destinasi wisata halal wisata Dakwah Okura, destinasi wisata Taman Bunga Okura, destinasi ivenwisata Festival Sungai Siak. Kabupaten Rokan Hilir destinasi wisata sejarah Bagan Heritage, destinasi wisata alam Danau Napangga, dan destinasi ivenwisata Atub Koambai.

Kabupaten Kuantan Singingi mengusulkan ivenwisata Pacu Jalur, pesona destinasi alam Terjun Guruh Gemurai, dan wisata sejarah pembangunan Rel Kereta Api Perang Dunia II Muaro-Pekanbaru sepanjang 220 kilometer pada 1943-1945 masa penjajahan Jepang. Kota Dumaidestinasi ivenwisata Lomba Mancing dan pesona destinasi favorit wisata Pantai Puak

Kabupaten Indragiri Hilir destinasi wisata Favorit Ekowisata Solop, destinasi wisata halal Gema Muharram, destinasi ivenwisata Sampan Leper, dan penghargaan kepada kepala daerah (Bupati Indragiri Hilir), Kabupaten Indragiri Hulu destinasi wisata alam Danau Raja, wisata sejarah perkampungan Suku Talang Mamak dan kawasan cagar budaya kompleks makam Raja-Raja Indragiri, iven Pacu Sampan Tradisional, dan Festival Taman Nasional Bukit Tiga Puluh.

Kabupaten Kampardestinasi alam Rimbang Baling, destinasi wisata halal Agrowisata Nadiin, destinasi iven wisata Internasional Dragon Boat, destinasi wisata sejarah Candi Muara Takus, dan penghargaan kepala daerah. Kabupaten Siak mengusulkan destinasi Agrowisata Sakabura, destinasi wisata halal Tepian Sungai Jantan, destinasi wisata sejarah Istana Siak Asserayah Al Hasyimiah, ivenwisata Sirindit Raceboat, dan penghargaan kepada bupati.

Kabupaten Bengkalis destinasi wisata favorit Pantai Tanjung Lapin, destinasi wisata halal Pantai Indah Selat Baru, ivenwisata Car Free Nigth (CFN) Hang Tuah, destinasi wisata sejarah Makam Datuk Laksamana Raja di Laut. Kabupaten Rokan Hulu destinasi wisata alam Puncak Kabur 550 mdpl, destinasi wisata halal Masjid Agung Nasional Islamic Centre, ivenwisata Jelajah Rimba Rohul, wisata sejarah favorit Makam Raja-Raja Rambah. Kabupaten Pelalawandestinasi wisata Danau Tajwid, destinasi wisata halal Danau Betung, destinasi wisata sejarah Istana Sayap, destinasi ivenwisata favorit Jung Katil, dan penghargaan kepada kepala daerah.

Baca juga: Siak akan gelar Festival Kabupaten Lestari II, begini penjelasannya

Baca juga: Karhutla Riau - Pelaku pariwisata gencarkan promosi pascabencana kabut asap
Pewarta :
Editor: Febrianto Budi Anggoro
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar