Bisnis Tempe Arifin Raup Omzet Hingga Jutaan Rupiah

id Kadin Inhil, edy indra kusuma, usah tempe, tembilahan, Inhil, umk inhil

Ketua Kadin Inhil, Edy Indra Kesuma saat meninjau usaha tempe oleh salah seorang produsen di Tembilahan

Tembilahan (Antaranews Riau) - Tempe merupakan makanan khas bagi masyarakat Indonesia. Makanan yang terbuat dari proses pembusukan kedelai itu sampai saat ini masih sangat digemari selain dapat dijadikan kudapan sehari-hari, tempe juga bisa dimasak dengan berbagai aneka rasa dan jenis makanan.

Salah satu pengusaha Tempe di Tembilahan, Arifi mengatakan bahwa dirinya bisa memproduksi hingga 75 Kilogram (Kg) kedelai dalam satu harinya.

“Jika Rabu, Kamis bisa produksi hingga 75 Kg, Hari Jumat biasa produksi hanya 55 Kg. Kalau dirata-ratakan bisalah 60 Kg perharinya. Banyak dan sedikitnya produksi tersebut tergantung dari pesanan pasar,” ucap Arifin saat menceritakan usaha tempe miliknya kepada Ketua Kadin Inhil, Edy Indra Kesuma, Kamis (14/2).

Arifin menuturkan, untuk 60 Kg biji kedelai dapat menghasilkan 900 bungkus tempe yang siap dipasarkan di seluruh wilayah Tembilahan.

Arifin mengatakan, dalam usaha tempe yang ia geluti, dia memproduksi tempe dalam dua kemasan, panjang (bentuk papan) dan bulat. Setiap kemasan tersebut kata dia dibandrol dengan harga bervariasi mulai dari 3 bungkus Rp 5000 hingga 1 bungkus Rp1000.

Baca juga: Perkuat Sosialisasi, BPJS Ketenagakerjaan Jalin Kerjasama dengan Kadin Inhil

“Untuk kemasan sendiri kita masih manual. Kita produksi tempe dalam bentuk kemasan panjang dan kemasan bulat. Untuk kemasan panjang, kami menjual kepasar Rp 5000 per 3 bungkusnya dan Rp 1000,- per 1 bungkusnya,” tutur Arifin.

Pria yang sudah menggeluti dunia usaha kurang lebih tujuh tahun itu mengatakan bahwa untuk memproduksi tempe miliknya, dia melibatkan keluarga untuk membantu pengemasan tempe.

“Yang kerja keluarga saja, istri dan kadang dibantu anak kalau sudah pulang sekolah. Kalau pakai karyawan tidak masuk hitungannya,” ujar Arifin sembari mengatakan omzet perharinya Rp 1 Juta.

Disamping itu, pembuatan tempe yang beralamat di Jalan Pelita Jaya 7, Rw 17, Kelurahan Tembilahan Hulu, Kelurahan Tembilahan Hulu itu dijamin tanpa bahan pengawet.

“Kalau tempe yang saya olah tahannya hanya dua hari, kalau sudah tiga hari itu sudah tidak bagus lagi. Kalau ada tempe bertahan lebih dari dua hari bawa ke saya," ucapnya.

Disamping itu, Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indragiri Hilir, Edy Indra Kesuma, mengatakan bahwa UMKM sangat perlu perhatian. Karena, selama ini UMKM kebingungan untuk memasarkan produk olahannya.

“Padahal produk olahan warga kita ini tidak kalah kualitasnya dengan produk luar. Tapi, saat ini mereka bingung untuk memasarkan. Disinilah kami (Kadin) hadir untuk membaru UMKM yang ada di Inhil,” ujar Edy.

Pria yang akrab disapa Edy ini juga mengatakan bahwa Kadin Inhil dalam waktu dekat akan menyelenggarakan pelatihan bagi UMKM.

“Insya Allah dalam waktu dekat ini kita akan melaksanakan pelatihan bagi UMKM yang ada di Inhil,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Kadin Inhil tampak memberikan bantun satu unit alat pres elektrik untuk Arifin agar memudahkannya dalam bekerja.

"Semoga dengan adanya alat tersebut, dapat memudahkan Arifin dalam pengemasan dan tidak lagi menggunakan lampu pelita ataupun lilin,” tukas Edy Indra Kesuma.

Baca juga: Kota Tembilahan Alami Inflasi Tertinggi di Riau

Baca juga: Bupati Koordinasi Rencana Pembangunan Gedung Pos SAR Tembilahan


Pewarta :
Editor: Vienty Kumala
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar