Suplai Air Pelanggan Inhil Terganggu, Ini Penjelasan PDAM Tirta Indragiri

id PDAM TI, Inhil, Indragiri Hilir, Kebocoran Pipa

Ilustrasi air PDAM (Antaranews)

Tembilahan (Antaranews Riau) - Hampir 70 persen pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Indragiri mengeluh terkait kondisi aliran air yang beberapa hari belakangan mengalami gangguan.

Eni, salah seorang warga Jalan Pelajar, Tembilahan mengaku kecewa karena hampir 10 hari belakangan PDAM TI tidak mengalirkan air kerumahnya. "Sudah cukup lama air PDAM tak ngalir. Kami sangat kesulitan untuk mandi, cuci pakaian dan lain-lain. Kami harap masalah ini bisa segera diatasi oleh pihak terkait, karena ketersediaan air sangat penting," ujar Eni, Jumat.

Eni mengaku, kondisi tersebut sangat menyulitkan dia dan keluarga dalam melakukan aktivitas terutama yang berkaitan dengan Mandi, Cuci dan Kakus (MCK).

Baca juga: Polda Riau Jadwalkan Panggilan Pertama pada 2 Tersangka Korupsi Pipa PDAM Inhil

Menanggapi persoalan tersebut, Plt Direktur PDAM Tirta Indragiri, Abdul Muin menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat, khususnya pelanggan PDAM. Abdul Muin mengungkapkan, terganggunya aliran air oleh PDAM TI dikarenakan adanya kebocoran pipa jaringan Distribusi Utama (JDU) di bawah badan Jalan Telaga Biru parit 7 Tembilahan.

"Ada kebocoran pipa Jaringan Distribusi Utama (JDU) di bawah badan Jalan Telaga Biru parit 7 Tembilahan hingga mengakibatkan kami dari PDAM tidak bisa memberikan suplay air kepada pelanggan," terang Abdul Muin saat dikonfirmasi, Jumat.

Dikatakan dia, penyebab kebocoran diduga karena beban berat akibat jalan yang dirigid ataupun mobil besar yang lewat, sehingga mengakibatkan pipa PDAM yang berada di bawah badan jalan pecah.

Kebocoran pipa pula, lanjut Abdul Muin, sudah terjadi sejak Bulan Desember 2018 lalu. Akibatnya konsumen PDAM yang berdomisili di sekitar Jalan Telaga Biru sampai parit 17 Sungai Beringin, jalan Sapta Marga Ujung, jalan Pelajar, jalan Trimas, Batang Tuaka, Jalan Kembang, Tanjung Harapan, Jalan Lingkar I dan II, jalan H Said, Taman Sari, Gunung Daek, jalan Pendidikan, H Sadri dan jalan M Boya tidak mendapatkan suplay air.

Baca juga: PDAM Dumai Target Gaet 4.000 Pelanggan Baru, Ini Tawarannya

Mengatasi persoalan tersebut, pihaknya mempertimbangkan dua opsi yakni jangka pendek dan jangka panjang.

"Untuk jangka pendek, ya dilakukan pembongkaran jalan agar kami bisa lakukan perbaikan, sementara jangka panjangnya pipa yang ada dialihkan, namun itu butuh perencanaan dan waktu pelaksanaan yang lama," tuturnya.

Meski sudah dilakukan perbaikan, hal itupun tidak benar-benar bisa menyelesaikan masalah, karena pihaknya sudah mendeteksi adanya kemungkinan kebocoran pipa dititik lainnya.

Selain itu, PDAM Tirta Indragiri juga mengaku kesulitan, sebab pipa utama tersebut berada di bawah badan Jalan Telaga Biru yang merupakan Jalan Nasional.

"Untuk itu, berdasarkan instruksi Bupati, kami bersama Asisten II serta PUPR kabupaten Inhil sudah berkoordinasi dengan Dinas PUPR Provinsi Riau untuk pembongkaran jalan tersebut. Jika sudah dibongkar, kami siap memperbaiki pipa bocor tersebut, paling dalam dua hari selesai," ucapnya.

Dia berharap pembongkaran tersebut dapat segera dilakukan agar pihaknya juga dapat secepatnya memperbaiki kebocoran yang ada.

Baca juga: PDAM Tirta Indragiri Dirikan Pabrik Air Minum Kemasan di Inhil

Baca juga: Polda Riau Tetapkan 2 Tersangka Dugaan Korupsi Pipa PDAM Inhil
Pewarta :
Editor: Febrianto Budi Anggoro
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar