37 Persen Caleg DPRD Riau dari Perempuan

id 37 persen, caleg dprd, riau dari perempuan

Pekanbaru, (antarariau.com) - Keterwakilan kaum perempuan dalam DPRD Provinsi Riau pada Pemilu 2014 mencapai sekitar 37 persen dari total calon di daftar calon tetap (DCT).

"Kebanyakan adalah wajah baru karena sudah merupakan syarat semua partai untuk memenuhi ketentuan 30 persen caleg perempuan," kata anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Riau, Lena Farida, pada acara pembekalan Caleg Perempuan Riau di Pekanbaru, Jumat.

Ia menjabarkan, caleg untuk DPRD Riau berdasarkan DCT Pemilu 2014 berjumlah 775 orang. Dari jumlah itu, sekitar 37 persen atau 286 orang diantaranya merupakan perempuan.

Sedangkan, untuk caleg DPR RI dengan jumlah DCT 131 orang, sekitar 38 persen juga merupakan perempuan. "Saya lihat kebanyakan caleg perempuan merupakan aktivis organisasi, dan itu bagus. Semoga mereka bisa jadi legislator," ujar Lena.

Sebaliknya, ia mengatakan keterwakilan perempuan di Dewan Perwakilan Daerah (DPD) untuk Riau pada Pemilu 2014 dipastikan bakal rendah. Sebab, ia mengatakan dari 25 kandidat yang ada hanya empat orang yang perempuan.

"DPD dari 25 orang, hanya empat yang perempuan atau hanya 16 persen," katanya.

Ia menambahkan, caleg perempuan banyak berasal dari partai politik baru seperi NasDem.

"Caleg perempuan banyak dari Partai Nasdem dan Golkar juga tinggi, partai politik lainnya standar saja," katanya.

Sementara itu, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Linda Gumelar, mengatakan pemerintah terus mendorong peningkatan keterwakilan perempuan di parlemen pada Pemilu 2014 sebesar 30 persen, sebagaimana diamanatkan dalam UU No.8/2012 tentang Pemilu. Namun, ia menyadari hal itu kecil kemungkinan bakal terwujud dari Pemilu mendatang.

"Dari caleg yang ada sekitar 30 persen, belum tentu semuanya terpilih. Butuh proses," katanya.

Menurut dia, majunya sebuah negara juga ditentukan oleh berapa besar keterwakilan perempuan di dalam lembaga legislatif, karena bisa menghasilkan kebijakan yang lebih baik bagi kesetaraan gender dan meningkatkan kontribusi perempuan dalam pembangunan juga memperbaiki taraf hidup perempuan dan anak.