Minimnya retribusi pasar pengaruhi PAD Pekanbaru

id 50 persen kios,Pasar pekanbaru, pasar kaget, disperindag pekanbaru

Minimnya retribusi pasar pengaruhi PAD Pekanbaru

Salah satu aktivitas pasar di Pekanbaru. (ANTARA/Vera Lusiana)

Pekanbaru (ANTARA) - Pemerintah Kota Pekanbaru mengeluhkan tidak bisa maksimal menggenjot penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari retribusi pasar tradisional belakangan ini.

Kasi Retribusi DisperindagKota PekanbaruSaiful Amri mengatakan, merosotnya PAD ini dikarenakan hampir 50 persen los dan kios yang tersedia di pasar tradisional yang dibangun oleh pemerintah kosong dan tidak terisi.

"Jika ditotal potensi retribusi pasar yang dikelola hanya 55,58 persen dari 15 kecamatan yang ada," kataSaiful Amri di Pekanbaru, Ahad.

Saiful Amri mengatakan, saat ini Pemko memiliki delapan pasar tradisional yang dibangun dari anggaran pemerintah. Delapan pasar tradisional tersebut tersebar pada 15 kecamatan.

"Hampir 50 persen los dan kios delapan pasar tradisional itu tidak berisi dan tidak dimanfaatkan pedagang," katanya.

Adapun delapan pasar tersebut adalah,

Pasar Lima Puluh, Pasar Sukaramai/Agus Salim, Pasar Labuh Baru, Pasar Cik Puan, Pasar Simpang Baru, Pasar Rumbai, Pasar Higienis dan Pasar Tengku Kasim.

Sesuai kapasitas delapan pasar itu miliki tiga tipe lokasi tampung pasar.Seperti bagian los, bagian kios dan kaki lima.

Tahun 2021 ini, total kapasitas pedagang yang bisa ditempatkan sebanyak 3.116 yang terdiri dari 1.214 kios, 1.249 los dan 653 kaki lima, dari total itu yang terisi cuma 1.732 saja.

Dengan rincian isian dari jumlah total yang terisi oleh pedagang adalah 732 kios, 525 los dan 475 kaki lima.

Hal ini terjadi dikarenakan ke delapan pasar tradisional milik Pemko tersebut kini mulai ditinggal pembeli, akibat menjamurnya pasar kaget di setiap kelurahan yang ada di Pekanbaru.

"Kemunculan pasar kaget membuat orang enggan ke pasar dan lebih memilih akses yang dekat saja," tukasnya.

Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2021