Aktor William Shatner jadi penjelajah ruang angkasa tertua di dunia

id Berita hari ini, berita riau terbaru, berita riau antara,ruang angkasa

Aktor William Shatner jadi penjelajah ruang angkasa tertua di dunia

Aktor Star Trek William Shatner berdiri bersama wakil presiden misi dan operasi penerbangan Blue Origin Audrey Powers, mantan insinyur penerbangan NASA Chris Boshuizen, serta wirausahawan penelitian klinis Glen de Vries, setelah penerbangan mereka dalam kapsul yang ditenagai oleh mesin roket Blue Origin New Shepard di landasan pendaratan dekat Van Horn, Texas, Amerika Serikat, pada Rabu (13/10). (ANTARA/HO-REUTERS/Mike Blake)

Jakarta (ANTARA) - Aktor William Shatner yang dikenal karena bermain dalam "Star Trek: The Original Series" meluncur dengan roket Blue Origin pada Rabu (13/10) waktu setempat, menjadi penjelajah ruang angkasa tertua di dunia dalam usia 90 tahun.

Shatner adalah salah satu dari empat penumpang yang melakukan perjalanan selama 10 menit 17 detik ke tepi ruang angkasa menggunakan pesawat ruang angkasa New Shepard yang sepenuhnya otonom. Mereka lepas landas dari situs peluncuran Blue Origin sekitar 32 km di luar kota pedesaan barat Texas, Van Horn.

Baca juga: Kru film Rusia bersiap meluncur untuk buat film pertama di luar angkasa

"Apa yang telah Anda berikan kepada saya adalah pengalaman paling mendalam yang dapat saya bayangkan. Saya sangat dipenuhi dengan emosi tentang apa yang baru saja terjadi," kata Shatner kepada Jeff Bezos saat keduanya mengobrol selama beberapa menit setelah penerbangan, dikutip dari Reuters pada Kamis.

Semua kru sipil mengalami beberapa menit tanpa bobot, setelah melakukan perjalanan sekitar 106 km di atas permukaan bumi, lebih tinggi dari batas ruang yang diakui secara internasional yang dikenal sebagai Garis Karman sekitar 100 km di atas bumi.

Penerbangan ini menandai wisata luar angkasa kedua untuk perusahaan milik Bezos, Blue Origin, yang didirikan dua dekade lalu. Bezos juga meluncur ke ruang angkasa pada bulan Juli.

Baca juga: Bintang "Star Trek" William Shatner akan terbang ke ruang angkasa dengan Blue Origin

Shatner mengatakan dia telah mempersiapkan dirinya untuk mengalami keadaan tanpa bobot, tetapi tercengang dengan kontras dramatis keindahan bumi biru dan kegelapan ruang angkasa.

"Bayangkan, Anda sedang melihat ke dalam kegelapan. Anda melihat ke bawah, ada warna biru di bawah sana dan warna hitam di atas sana, itu hanya ada bumi. Ini seperti antara hidup dan mati dalam sekejap. Itulah yang saya lihat. Begitukah cara kematian?" kata Shatner.

Baca juga: Roket SpaceX bawa miliuner ke luar angkasa

Ia telah terjun di dunia akting sejak 1950-an dan tetap sibuk dengan proyek dunia hiburan. Shatner terkenal karena berperan sebagai Kapten James Tiberius Kirk dari kapal luar angkasa Enterprise di "Star Trek".

Partisipasi Shatner membantu menghasilkan publisitas untuk Blue Origin yang bersaing dengan dua kompetitor lain yang didukung sesama miliarder, yakni SpaceX milik Elon Musk dan Virgin Galactic milik Richard Branson, untuk menarik pelanggan yang bersedia membayar dalam jumlah besar untuk merasakan penerbangan luar angkasa.

Selain Shatner, awak lainnya yang turut dalam penerbangan ini adalah mantan insinyur NASA Chris Boshuizen, wirausahawan penelitian klinis Glen de Vries, dan wakil presiden dan insinyur Blue Origin Audrey Powers.

Baca juga: Miliarder Richard Branson sukses terbang ke angkasa dengan Virgin Galactic
Pewarta :
Editor: Vienty Kumala
COPYRIGHT © ANTARA 2021