Hari Tani Nasional, kesempatan untuk apresiasi jasa petani lewat beli produk lokal

id Berita hari ini, beritya riau terbaru, berita riau antara,hari tani Nasiona

Hari Tani Nasional, kesempatan untuk apresiasi jasa petani lewat beli produk lokal

Petani memanggul karung yang berisi padi usai panen di Dusun Saiberas Sekata, Sunggal, Deli Serdang, Sumatera Utara, Kamis (23/9/2021). Berdasarkan data dari Kementerian Pertanian, realisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) pertanian per 20 September 2021 sebesar Rp56,3 triliun atau setara 80,48 persen dari target realisasi KUR tahun ini sebesar Rp70 triliun. (ANTARA FOTO/Fransisco Carolio/Lmo/foc.)

Jakarta (ANTARA) - Hari Tani Nasional yang jatuh pada 24 September yang lalu bisa menjadi kesempatan untuk mengapresiasi jasa petani dengan cara membeli produk-produk lokal. Dikutip dari siaran resmi Greenfields, salah satu cara untuk mengapresiasi petani yang bekerja keras menyediakan makanan yang dinikmati sehari-hari adalah membeli produk-produk mereka.

Banyak produk seperti kopi, nasi, buah dan sayuran bermerek lokal yang merupakan hasil kerja keras para petani Indonesia. Dengan membeli produk lokal, kita juga mendukung para petani Indonesia. Selain itu, memberi bantuan untuk para petani juga bisa jadi cara mengapresiasi. Cari yayasan atau gerakan yang bertujuan untuk membantu para petani, dari segi keuangan, kesehatan dan lainnya. Tanpa harus menjadi anggota, setiap orang bisa membantu para petani dengan menyisihkan uang untuk disumbangkan kepada para petani melalui yayasan atau gerakan tersebut.

Baca juga: 1.200 petani Pekanbaru mendapat Kartu Tani

General Manager Farm Operations, Greenfields Indonesia, Richard Slaney, mengatakan pihaknya saat ini punya dua peternakan di peternakan satu yang ada di Babadan dan peternakan dua Wlingi, Jawa Timur yang terletak di sekitar lahan kerja petani setempat.

Richard mengatakan, pihaknya menghargai kerja keras petani di sekitar peternakan dan berusaha membantu mereka untuk maju bersama.

"Peternakan kami menghasilkan Pupuk Organik Cair (POC) dari manure sapi-sapinya dan POC ini dimanfaatkan oleh para petani di sekitar peternakan. Kami bekerja sama dengan 758 petani dari 7 dusun di sekitar peternakan. Saat ini, lebih dari 700 hektar lahan petani yang memanfaatkan POC dari kami untuk mempupuk rumput odot," jelas dia.

Baca juga: PT CPI - BRGM produktifkan lahan gambut tanpa bakar

Rumput ini dibeli oleh Greenfields untuk pakan sapi, lanjut Richard. Setiap harinya, para petani menggunakan lebih dari 2.000 m³ Pupuk Organik Cair untuk lahan mereka. Pihaknya juga membagikan Pupuk Organik Cair perkebunan kopi di sekitar peternakan dua. Sebanyak 1000m3 POC dari Greenfields dimanfaatkan setiap untuk membantu menyuburkan lahan kopi seluas 500 hektar.

"Kami berharap kehadiran Greenfields di Babadan dan Wlingi dapat teru smemberikan dampak positif bagi warga setempat. Selain menjalankan kegiatan-kegiatan CSR, kami juga membantu membuka lahan pekerjaan bagi masyarakat melalui penyerapan tenaga kerja untuk peternakan dan pabrik. Kedepannya, kami akan terus berkontribusi bagi masyarakat sekitar yang selama ini telah menyambut kami dengan baik," tutup dia.

Sejak 2011, Richard menyebut pihaknya telah menjalankan kegiatan CSR seperti perawatan saluran air hujan dari arah peternakan menuju kampung Dusun Maduarjo, donasi bantuan hewan kurban, menanam pohon untuk penghijauan hingga program bantuan susu sekolah untuk 19 sekolah dasar di kecamatan Ngajum dan Wagir.

Baca juga: Cerita sukses dua kelompok tani Pelalawan yang pendapatannya meningkat usai meraih sertifikat ISPO

Pewarta :
Editor: Vienty Kumala
COPYRIGHT © ANTARA 2021