Cerita sukses dua kelompok tani Pelalawan yang pendapatannya meningkat usai meraih sertifikat ISPO

id Pelalawan, asian agri, sawit riau, sawit pelalawan

Cerita sukses dua kelompok tani Pelalawan yang pendapatannya meningkat usai meraih sertifikat ISPO

Para pekerja Asosiasi Amanah di Pelalawan.(ANTARA/Bayu Agustari Adha)

Pelalawan (ANTARA) - Dua kelompok tani di Desa Tri Mulya Jaya, Kecamatan Ukui telah mendapatkan sertifikat Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO) yakni Asosiasi Amanah dan Koperasi Unit Desa Bukit Potalo.

Asosiasi Amanah merupakan wadah berkumpulnya petani swadaya yang saat ini sudah mengelola1.808 hektare dengan 501 anggota. Menariknya, asosiasi ini tergerak membentuk kelompok karena kurangnya kebersamaan antarpetani yang cenderung bergerak sendiri-sendiri sehingga hasilnya kurang maksimal.

"Pada tahun 2012 kami mengajukan kemitraan dengan Asian Agri supaya ada kepastian penjualan Tandan Buah Segar. Lalu dijadikan pilot project untuk dibina perusahaan untuk persiapan ISPO," kata Ketua Asosiasi Amanah, Sunarno ketika dikunjungi media, Selasa.

Awalnyatahun pertama persiapan ISPO dibiayai United Nations Development Program (UNDP) yang didukung Program Good Growth Partnership (GGP) yakni Sustainable Palm Oil Initiative (SPOI). Persiapan ini juga disponsori oleh Global Environment Facility (GEF) untuk mendampingi petani untuk mendapatkan sertifikat ISPO.

Tahun kedua dan selanjutnya dibiayai secara swadaya. Pada saat persiapan itu petani memahami praktek baik kebun yang lestari, mempertahankan kebun dan menjaga satwa dan menjaga daerah aliran sungai. Hingga akhirnya dapat ISPO tahun 2017.

"Dulu jualnya asal-asalan, pupuknya asal-asalan. Sebelumbermitra rata-rata pendapatan 17 ton per ha per tahun. Setelah bermitra, tiga tahun kemudian naik 2 ton per ha tahun. Sekarang ini 25 ton per ha per tahun 2020 ini," ungkapnya.

Sunarno mengatakan manfaat ISPO yakni mendapatkankepastian jual dengan Asian Agri.Selain itu juga bisamemperkuat organisasi dan dikenal pemerintah daerah serta secara finansial dilatih menjadi mandiri dalam mengelola keuangan.

Senada dengan Asosiasi Amanah, KUD

Bukit Potalo juga mendapatkanISPO atas dukungan dari perusahaan Asian Agri. KUD ini merupakan petani plasma yang mayoritas merupakan penduduk lokal setempat.

"Kita ditunjuk perusahaan lalu dilengkapi legalitasnya sesuai aturan. Anggota 247 orang masing-masing punya kebun luasnya 2 ha mendapatkan ISPO tahun 2018. Sekarang produksi 25-27 ton per ha per tahun, sebelumnya 20 ton per ha per tahun," ujar Ketua KUD, Haji Atan.

Sementara itu, Manajer Plasma Asian Agri,Hendra Saragih, awalnya kebun Asosiasi Amanah pada 2012 melakukan nota kesepahaman pembinaan. Asian Agri kemudian datang sebagai pembina dalam pengelolaan sawit seperti cara menyemprotkan pestisida dan pengendalian gulma serta tata cara panen.

"Kami tempatkan satu asisten dan mandor, Asian Agri mendukung program ISPO dari pemerintah untuk menanam sawit berkelanjutan. Dan AsianAgri juga mengacu pada sistem berkelanjutan dan ini harus dijaga bermanfaat bagi lingkungan," ungkapnya.

Kepala Bidang Penyuluhan, Pengelolaan dan Pemasaran Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Pelalawan, Hery Hadisyah mengharapkan perusahaan lain di PelalawanHery juga melakukan pembinaan terhadap petani swadaya. Dengan begitu petani akan sama juga seperti perusahaan seperti Asosiasi Amanah yang juga memberi gaji pada anggotanya yang bekerja serta tunjangan hari raya.

Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar