Bengkalis (ANTARA) - Gubernur Riau, H. Abdul Wahid, memberikan penghargaan kepada dua tokoh asal Kabupaten Bengkalis, Almarhum Syekh H. Muhammad Yusuf dan Almarhum H. Arsyad, MS, atas jasa dan pengabdian mereka dalam perjuangan kemerdekaan, pengembangan syariat Islam, pendidikan, kesehatan, dan pembelaan hak-hak masyarakat.
Penghargaan ini diserahkan dalam rangka peringatan Hari Jadi ke-68 Provinsi Riau di Gedung DPRD Provinsi Riau, Pekanbaru, Sabtu (9/8). Penghargaan diterima oleh ahli waris masing-masing: Suriyati (Syekh H. Muhammad Yusuf) dan Zulkarnain (H. Arsyad, MS).
Gubernur Riau menyatakan bahwa keduanya adalah panutan bagi generasi penerus.
“Mereka adalah putra terbaik Bengkalis yang mengabdikan hidup untuk agama, bangsa, dan masyarakat. Penghargaan ini bentuk penghormatan atas jasa-jasa mereka yang tak ternilai,” ujar Gubernur Wahid.
Bupati Bengkalis, Kasmarni, turut menyampaikan rasa bangga dan terima kasih atas penghargaan tersebut. Ia menyebut kedua tokoh sebagai sosok inspiratif yang akan terus dikenang masyarakat.
Profil Singkat Kedua Tokoh
Syekh H. Muhammad Yusuf (1921–2006)
Lahir di Desa Balai Pungut. Menempuh pendidikan agama dan thariqat di Besilam, Langkat, hingga bergelar "Syekh". Beliau mendirikan Rumah Suluk Khairul Amal dan turut membangun berbagai fasilitas penting di Desa Muara Basung, seperti SMP Negeri 1 Pinggir (1994), Puskesmas (2004), dan SMA Negeri 1 Pinggir (2005).
Syekh Yusuf juga dikenal memperjuangkan hak masyarakat dan membina nilai-nilai keagamaan secara konsisten. Beliau wafat pada 25 Januari 2006 dan dimakamkan di Muara Basung.
H. Arsyad, MS (Wafat 2015)
Pejuang kemerdekaan yang bergabung dengan Angkatan Pemberontak Indonesia (API) pada Oktober 1945. Selanjutnya bergabung dengan BKR dan TNI, dan bertugas di satuan intelijen berpangkat Serda.
Sebelum aktif dalam perjuangan, ia menempuh pendidikan di HIS dan bekerja sebagai pengantar koran di kantor Belanda, yang membentuk kesadaran nasionalismenya.