Jalan poros Desa Lukun - Sungai Tohor rutin tergenang banjir, ini sebabnya

id banjir selatpanjang, banjir meranti

Jalan poros Desa Lukun - Sungai Tohor rutin tergenang banjir, ini sebabnya

Rombongan Dinas PUPRPKP Kepulauan Meranti bersama pihak camat dan desa saat turun meninjau ruas jalan poros Desa Lukun - Sungai Tohor yang tergenang banjir. (ANTARA/Rahmat Santoso)

Selatpanjang (ANTARA) - Sejumlah titik di ruasjalan poros Desa Lukun - Sungai Tohor, Kecamatan TebingtinggiTimur, Kabupaten Kepulauan Meranti, rutin tergenang banjir akibat luapan kanal yang ada di daerah tersebut. Bahkan pasca hujan turun, debit air kanal akan tinggi dan menutupi sebagian badan jalan.

Akibatnya masyarakat yang melintasi jalan tersebut harus berhati-hati, karena tinggi air terkadang mencapai lebih kurang selutut orang dewasa. Apalagi jalan yang dibangun sejak 2014 silam itu merupakan akses penting yang menghubungkan desa - desa di Kecamatan Tebingtinggi Timur dengan ibukota kabupaten, Kota Selatpanjang.

Pertumbuhan ekonomi masyarakat seketika meningkat setelah jalan poros terbuka untuk dilalui. Tidak ada pilihan lain, meskipun ada akses transportasi laut. Namun tidak bagi masyarakat yang berpendapatan kecil memilih akses itu.

Baginya akses darat lebih efisien jika disesuaikan pendapatan yang ada. Banjir yang tergenang di jalan tetap diterobosnya demi kepentingan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Meski begitu, hati kecilnya tetap berharap jalan ini akan bagus dan tidak ada lagi banjir.

"Iya beginilah kondisinya, mau tidak mau harus kita lewati meskipun banjir. Kalau air sedikit masih aman dilewatitapi kalau debit airnya tinggi, harus hati-hati melewatinya," ungkap salah seorang masyarakat setempat yang rutin menggunakan akses jalan poros Desa Lukun - Sungai Tohor itu.

Baca juga: Dinas PU Meranti gesa pemeliharaan poros Desa Lukun - Sungai Tohor secara swakelola

Dari pantauan ANTARA, Sabtu (30/1), tampak air kanal yang berada disalah satu sisi ruas jalan terus mengalir menuju ke kanal sebelahnya yang datarannya sedikit rendah. Kepala Desa Lukun, Lukman yang saat itu ikut turun ke lapangan mengungkapkan terdapat sekat kanal tanpa pintu klep yang dibangun oleh pihak Badan Restorasi Gambut (BRG).

"Ada satu sekat kanal yang dibuat BRG. Sekatnya tidak ada pintu klep. Mengingat kondisinya seperti ini jalan (poros) selalu banjir," ujar Lukman.

Ia mengatakan sekat kanal yang dibangun di kawasantersebut akan terus berfungsi menjaga hutan dan perkebunan masyarakat tetap terjaga serapan airnya sehingga tidak kering. Hanya saja ia mengakui kebingungan ketika air di kanal meluap dan menyebabkan banjir.

"Kita berharap kepada pihak terkait untuk membantu mengatasi persoalan ini. Sebab kedua-duanya (sekat kanal dan jalan poros) sangat penting untuk keberlangsungan hidup di desa kami," harapnya.

Baca juga: Depresi ditolak rujuk, Suwandi gantung diri di kebun karet

Untuk menekan debit air tinggi yang menyebabkan banjir, Kabid Bina Marga Dinas PUPRPKP Kepulauan Meranti, Fajar Triasmoko MT menuturkan pihaknya akan membuat gorong-gorong air sementara yang membelahjalan poros, sehingga air kanal bisa mengalir dengan baik ke kanal sebelahnya.

"Gorong-gorong ini nantinya bisa menekan banjir yang menutupi jalan poros. Untuk sementara waktu kita buat dengan memanfaatkan material kayu yang kuat menahan beban di ruas jalan itu. Upaya itu sembari menunggu anggaran yang turun untuk dilanjutkan dengan dibangunnya box culvert," beber Fajar.

Sementara terkait sekat kanal, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Riau, Ir Mamun Murod saat dihubungi ANTARA, Senin (1/2) melalui gawainya mengungkapkan, memfasilitasi pembangunan sekat kanal hingga bimbingan pengelolaan di daerah itu merupakan tanggung jawab di bawah pihaknya. Kanal dibangun dalam rangka program untuk penanganan kebakaran yang bertujuan menciptakan kondisi gambut tetap basah.

"Sekat kanal itu dialokasikan ditujukan membangun wilayah penahan air supaya gambut itu basah. Kalau misal ada persoalan meluap airnya, mungkin jangan terlalu disalahkan sekat kanalnya. Tapi perlu diantisipasi bagaimana sekat kanal itu bisa berperan ganda," katanya.

Maksud berperan ganda, dikatakan Murod, tidak hanya untuk mencegahkebakaran saja, tetapi juga bisa menjadi pengendalian ketika terjadi curah hujan tinggi dan menyebabkan banjir.

"Ini tentu menjadi masukan sangat berharga bagi kami. Sebagai penanggung jawab di daerahdalam pelaksanaansekat kanal ini. Masukan ini jadi catatan yang akan segera kami tindak lanjuti," ujarnya.

Baca juga: Tahun ini, Imlek di Kepulauan Meranti tanpa festival perang air