Bocah kelas 1 SD di Meranti tewas tenggelam di parit

id Bocah di Meranti tewas,Bocah tewas tenggelam ,Anak SD di Meranti tewas,Banjir maut, banjir riau

Bocah kelas 1 SD di Meranti tewas tenggelam di parit

Ilustrasi- bocah tenggelam (pixabay)

Selatpanjang (ANTARA) - Seorang bocah kelas 1 SD di Desa Gayung Kiri, Kecamatan Rangsang, Kabupaten Kepulauan Meranti, ditemukan meninggal dunia setelah diduga tenggelam di dalam parit di depan rumahnya, Kamis, sekitar pukul 18.00 WIB.

Bocah tersebut tercebur ke parit yang baru digali dan air sedang meluap akibat hujan deras yang mengguyur baru-baru ini. Parit itu pun menjadi lebih dalam dari tinggi anak malang itu dan menenggelamkannya.

Kepala Desa Gayung Kiri Perdana Noriowati saat dikonfirmasi mengungkapkan bocah yang meninggal itu bernama Hafis dan berusia 7 tahun. Saat kejadian, orang tuanya sedangpergi ke warung.

Sementara sang anak tengah asik bermain di parit dekat rumahnya. Kemudian, selang beberapa waktu ibunya tidak melihat lagi keberadaan anaknya dan berusaha mencarinya sambil berteriak.

"Setelah dicari-cari, tiba-tiba ibunya kaget dan minta tolong karena anaknya ditemukan sudah mengapung di dalam parit dengan kedalaman sekitar 1 meter. Setelah diangkat, anak tersebut sudah dalam keadaan meninggal dunia," ujar Perdana.

Ia mengaku turut merasakan duka citamendalam karena adanya korban meninggal dunia di parit yang baru digali untuk mengatasi banjir itu. Sebenarnya parit itu digali dalam untuk mengatasi banjir yang selama ini sering terjadi.

"Parit itu digali untuk mengatasi kampung kami yang selalu dilanda banjir. Warga kami berbahagia dengan kondisi kampung yang sudah tidak banjir, namun ada pula berita duka sore ini anak warga kami yang tenggelam di parit itu," ungkapnya.

Terhadap kejadian tersebut, Kepala Desa Gayung Kiri mengimbau kepada masyarakat terutama kepada para orang tua agar lebih berhati-hati untuk mengawasi anak-anaknya, terlebih lagi memasuki musim penghujan ini.

"Saya imbau agar warga lainnya lebih berhati-hati dan terus awasi anak-anaknya saat bermain. Kita mengharapkan agar kejadian serupa seperti ini tidak terulang kembali," ucapnya.