Warga Agam, Sumatera Barat dandani hewan kurban sebelum disembelih

id Berita hari ini, berita riau antara, berita riau terbaru,kurban

Warga Agam, Sumatera Barat dandani hewan kurban sebelum disembelih

Warga Silayang, Nagari Lubukbasung, Kecamatan Lubukbasung, kabupaten Agam, mendandani hewan kurban yang akan dipotong, Sabtu (1/8). (ANTARA/ Ari Yusrizal)

Lubukbasung (ANTARA) - Warga Silayang Tinggi, Nagari Lubukbasung, Kecamatan Lubukbasung, Kabupaten Agam, Sumatera Barat mendandani seluruh hewan kurban sebelum disembelih saat Idul Adha 1441 Hijriyah.

Imam Masjid Al Huda Silayang, Darmasyah di Lubukbasung, Sabtu mengatakan sapi dan kambing itu di sisir, diberi bedak, pewangi, kain putih di perut, diberi makan yang enak dan lainnya.

Baca juga: Jumlah hewan kurban di Siak 1.924 ekor, turun dibanding tahun lalu

"Peralatan dandan beserta makanan itu dibawa dengan jamba atau tempat membawa makan-makanan khas Minangkabau," katanya.

Ia mengatakan sapi dan kambing itu didandani oleh para peserta kurban agar hewan kurban tersebut menjadi bersih.

Ini menunjukkan rasa ikhlas dan pengorbanan dari para peserta karena apa yang dikorbankan harus bersih.

"Ini juga bentuk kasih sayang kepada Nabi Ismail," katanya.

Tokoh Adat Silayang, Yanto Dt Basa menambahkan mendandani hewan kurban itu merupakan tradisi turun temurun semenjak ratusan tahun lalu dari masyarakat setempat.

"Kita masih mempertahankan tradisi ninik moyang saat zaman serba digital ini. Biasanya setelah selesai memotong sapi, diadakan makan bersama di Masjid Al Huda," katanya.

Ia menambahkan, jumlah pemotongan hewan kurban di Silayang, Nagari Lubukbasung 10 ekor yang terdiri dari sapi tujuh ekor dan kambing tiga ekor.

Pemotongan 10 ekor hewan kurban itu dilakukan di tiga titik dengan prosesi yang sama.

"Pemotongan hewan kurban itu ada dilakukan pada Jumat (31/7), Sabtu (1/8) dan Minggu (2/8)," katanya.

Baca juga: Pemkab Bantul temukan cacing hati pada hewan kurban

Baca juga: Ibas sembelih 11 sapi dan puluhan kambing di Jawa Timur


Pewarta: Altas Maulana

Pewarta :
Editor: Vienty Kumala
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar