Jumlah hewan kurban di Siak 1.924 ekor, turun dibanding tahun lalu

id covid siak, idul adha siak, siak kurban, kurban siak

Jumlah hewan kurban di Siak 1.924 ekor, turun dibanding tahun lalu

Penyembelihan hewan kurban di Kabupaten Siak tahun 2019 lalu.(ANTARA/Bayu Agustari Adha)

Siak (ANTARA) - Jumlah hewan kurban tahun 2020 atau 1441 Hijriah di Kabupaten Siaksecara keseluruhan sebanyak 1.924 ekor terdiri dari sapidan kerbau 1.609 ekor dan 315 kambing.

"Panjangnya waktu tersedia, kiranya dapat dimanfaatkan untuk melakukan penyembelihan kurban secara bergantian, jika jumlah hewan kurban terbilang banyak di satu lokasi," kata Pejabat Sekretaris Daerah Pemerintah Kabupaten Siak, Jamaluddin, Jumat.

Jumlah hewan kurban di Siak ini menurun dibanding tahun 2019 lalu yang angkanya sebanyak 2.664 ekor. Kurban tersebut terdiri dari 1.886 sapi, 732 kambing, dan 66 kerbau.

Untuk tata cara di masa pandemi COVID-19 ini, Pj slSekda mengarahkan agar sebelum dan sesudah penyembelihan dilaksanakan, panitia dianjurkan melakukan penyemprotan cairan disinfektan di lokasi. Kemudian menyediakan peralatan cuci tangan, hand sanitizer, serta alat pemeriksa suhu tubuh.

Pada saat penyembelihan berlangsung, panitia menerapkan ketentuan jaga jarak secara disiplin di antara mereka yang hadir. Posisi petugas pemotongan daging tidak saling berhadapan dan kotoran hewan kurban untuk dikubur di tempat yang telah disediakan dan disepakati.

"Para petugas penyembelihan dan mereka yang membantu harus dipastikan dalam kondisi sehat untuk menjamin daging kurban bebas COVID-19. Jumlahnya harus disesuaikan dengan luas areal tempat kegiatan berlangsung, agar jaga jarak aman dapat diterapkan dengan baik dan disiplin," tegasnya.

Pj Sekda juga berharap agar warga yang berkurban serta masyarakat umum tidak hadir di lokasi penyembelihan. Apabila tetap hadir, maka wajib mentaati protokol kesehatan yang akan dipandu oleh petugas.

"Selain petugas dan panitia, warga lain memang sebaiknya tidak ikut menghadiri proses penyembelihan untuk menghindari terjadinya kerumunan. Jika tetap ada yang hadir, maka harus mentaati protokol kesehatan yang nantinya di sampaikan petugas," harapnya.

Oleh karena itu, panitia dianjurkan memasang spanduk imbauan warga yang tidak berkepentingan untuk tidak berada di sekitar lokasi. Dengan mempertimbangkan suasana pandemi, seluruh kegiatan mulai dari penyembelihan sampai pemotongan dan pembagian hendaknya selesai saat Salat Ashar tiba.

Baca juga: Pengurus Masjid Raya An Nur Pekanbaru larang jamaah bersalaman

Baca juga: Plh Bupati Bengkalis salat Idul Adha di Masjid Istiqomah


Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar