Sambil belanja, Walikota Pekanbaru pantau protokoler COVID-19

id Wako di swalayan,firdaus MT, walikota pekanbaru

Sambil belanja, Walikota Pekanbaru pantau protokoler COVID-19

Wali Kota Pekanbaru, Firdaus MT memanfaatkan moment berbelanja untuk memantau penerapan protokoler penanganan COVID-19 di swalayan setempat pada  Hari Raya Idul Fitri  ke-2, Pekanbaru, Senin (26/5). (ANTARA/Vera Lusiana)

 Pekanbaru (ANTARA) - Sambil berbelanja, Wali Kota Pekanbaru Firdaus MT ternyatajuga memantau penerapan protokoler penanganan COVID-19 di sebuah swalayan setempat pada Hari Raya ke dua Idul Fitri.

"Beliau berdua saja ditemani ajudan," kata Kabid PLIKP Diskominfo Kota Pekanbaru Mawardi, di Pekanbaru, Senin.

Momen Idul Fitri 1441 Hijriyah dimanfaatkan Wako tidak melaksanakan gelar griya (open house) bagi warganya karena sebelumnya ia melarang masyarakat untuk saling berkumpul. Hal ini guna mempercepat upaya pemutusan mata rantai penyebaran COVID-19.

Dalam kesempatan itu, Walikota Firdausjuga berpesankepada petugas dan pengelola swalayan agar mengingatkan setiap pengunjung swalayan untuk menggunakan masker serta memastikan sudah cuci tangan sebelum masuk atau setelah keluar toko modern tersebut.

Sebelumnya, Walikota Pekanbaru sudah menerbitkan Surat Edaran (SE) tentang penerapan Idul Fitri 1441 Hijriyah di tengah wabah COVID-19, misalnya melarang mudik, salat Id dan open house.

"Sehingga kesempatan libur dimanfaatkan Sang Visioner untuk memantau kondisi Kota Pekanbarusaat suasana Lebaran, termasuk pusat perbelanjaan yang boleh beroperasi saat pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)," kata Mawardi.

Kata dia, salah satu swalayan yang sempat dikunjungi dan dimasuki Wako terletak di Jalan Hang Tuah.

Petugas di swalayan itu mencegat setiap pengunjung yang datang, termasuk Walikota untuk pemeriksaan suhu tubuh.

Di sana tepatnya di samping pintu masuk juga tersedia tempat cuci tangan lengkap dengan sabunnya.

Sebelumnya, diberitakan, data Gugus Tugas Kota Pekanbaru Senin, 25 Mei 2020 mencatat pasien positif 40 orang dengan rincian 31 orang sembuh dan pulang, 5 orang masih dirawat isolasi, 4 orang meninggal dunia.

Sementara Pasien Dalam Pengawasan (PDP) mencapai 507 orang atau bertambah 2 orang, dengan rincian 398 orang sehat dan pulang, 50 orang dirawat, 59 orang meninggal dunia.

Orang Dalam Pemantauan (ODP) ada 5.132 orang atau bertambah 4 orang, 4.383 orang selesai pemantauan 749 orang masih dalam pemantauan.

Baca juga: Wako Pekanbaru tiadakan open house, cukup virtual saja

Baca juga: Pansus LKPJ Walikota Pekanbaru soroti OPD berkinerja rendah


Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar