Game "online" jadi hiburan terampuh saat wabah virus corona

id Berita hari ini, berita riau antara,berita riau terbaru,gadget,corona

Game "online" jadi hiburan terampuh saat wabah virus corona

ILUSTRASI: Seorang anak sedang bermain game online simulasi wabah "Game Plague Inc". (ANTARA/Ardika/am.)

Jakarta (ANTARA) - Seiring dengan imbauan untuk bekerja dari rumah dan mengurangi kegiatan berkumpul, banyak orang yang beralih mencari kegiatan di dunia maya untuk hiburan saat wabah corona.

Sensor Tower, firma analisis aplikasi, melihat lonjakan unduhan game online untuk ponsel menjadi 4 miliar unduhan secara global, naik tajam dari tahun sebelumnya yang hanya 2,9 miliar.

Baca juga: Game online marak, Tokopedia sediakan pembelian dan isi ulang voucher game

Lonjakan terbesar sebanyak 46 persen, setara dengan 1,6 miliar unduhan, terjadi pada Februari di kawasan, bertepatan dengan wabah virus corona yang semakin meluas hingga keluar China.

Dikutip dari berbagai sumber, kenaikan unduhan game online terbanyak berasal dari China, semula para penyuka game online memiliki waktu luang untuk bermain game di ponsel mereka semasa liburan Tahun Baru Imlek yang jatuh antara bulan Januari dan Februari setiap tahun.

Pemerintah China memutuskan menambah waktu libur sekaligus karantina untuk mengurangi sebaran virus corona di negara tersebut.

China meminta pabrik, sekolah hingga pertokoan untuk tidak beroperasi selama kurun waktu tertentu dan meminta warga mereka untuk berada di rumah selama wabah.

Warga di sana, terutama di kota-kota yang sangat terdampak seperti Wuhan, bekerja dan berkegiatan di rumah, game online menjadi pilihan mereka untuk mengisi waktu tersebut.

Lembaga analisis aplikasi App Anie mengemukakan game yang paling diminati selama wabah corona melanda berupa game puzzle seperti "Brain Out" dan game peperangan "Honour of Kings".

Game "Honour of Kings" diperkirakan meraup 2 miliar yuan pada awal musim liburan Tahun Baru Imlek.

Para pengembang game merespons wabah virus corona ini dengan berbagai cara, Niantic menyesuaikan beberapa aturan di game Pokemon GO agar tetap menarik dimainkan sendirian.

Game Pokemon GO menuntut pemainnya untuk banyak bereksplorasi melalui jalan kaki hingga bermain bersama pemain lainnya.

Saat wabah corona seperti sekarang ini, Niantic mengurangi jarak yang diperlukan untuk menetaskan telur Pokemon.

Turnamen game

Perusahaan besar seperti Apple Inc dan Google membatalkan pertemuan tahunan mereka atau mengubah format acara menjadi konferensi online karena khawatir terhadap penyebaran virus corona.

Liga Pro League of Legends di China harus mengubah acara dan memperketat kebijakan mereka untuk turnamen yang berlangsung pada 9 Maret lalu.

Untuk bisa bermain di turnamen itu, penyelenggara mewajibkan para atlet untuk karantina selama 14 hari dan berkonsultasi ke dokter setempat.

Meski pun sudah melalui karantina, liga tersebut tetap diadakan secara online, bukan lagi di arena yang dihadiri para penonton. Para atlet bermain dari markas mereka masing-masing.

Baca juga: Telkomsel akan gelar dunia games league 2020, begini penjelasannya

Baca juga: Masih Bisakah Bersaing Mainan Konvensional dengan Game Online di Siak?


Penerjemah: Natisha Andarningtyas

Pewarta :
Editor: Vienty Kumala
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar