BBKSDA Riau klaim kantongi identitas pelaku pembalakan liar SM Giam Siak Kecil

id pembalakan liar,suaka margasatwa giam siak kecil,bbksda riau,pembalakan liar di riau,berita riau antara,berita riau terbaru

BBKSDA Riau klaim kantongi identitas pelaku pembalakan liar SM Giam Siak Kecil

Tim BBKSDA Riau memusnahkan kayu hasil pembakalan liar yang ditemukan di Suaka Margasatwa Giam Siak Kecil, Kabupaten Bengkalis, Riau. (ANTARA/HO-BBKSDA Riau)

Pekanbaru (ANTARA) - Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau menyatakan sudah mengantongi identitas pelaku yang diduga terlibat pembalakan liar di kawasan Suaka Margasatwa Giam Siak Kecil, Kabupaten Bengkalis.

Kepala Bidang Wilayah II BBKSDA Riau, Heru Sutmantoro di Pekanbaru, Jumat, mengatakan identitas pelaku diketahui pada saat penggerebekan 10 pondok pembalak liar dalam operasi penertiban pada awal pekan ini. Petugas menemukan kartu KTP yang tertinggal oleh pelaku dilokasi tersebut.

"Pelaku orang-orang Lampung, kita ada KTP orang Lampung tertinggal di gubuk," katanya.

Ia mengatakan akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menindaklanjuti kasus tersebut.

Dalam operasi tiga hari di kawasan konservasi tersebut, tim BBKSDA Riau nihil menangkap pelaku pembalakan liar. Mereka hanya menemukan 10 gubuk pembalak dalam kondisi kosong di daerah yang disebut Kampung 40 di dalam kawasan tersebut.

Ia menduga kuat ada oknum yang selalu membocorkan rencana operasi penertiban, sehingga pelaku selalu kabur ketika petugas datang.

"Pelaku 'gak ada. Itu yang sejak dulu Kampung 40 banyak mata-mata. Kita masuk sudah kosong, gubuk masih ada. Peralatannya juga disembunyikan, itu kita cari," ujarnya.

Ia mengatakan di lokasi tersebut tim menemukan menara berupa antena pengungat sinyal yang dibuat oleh pembalak liar. Hal itu memungkinkan para pelaku masih bisa menerima pesan singkat SMS telepon seluler.

"Menara tinggi di pohon-pohon sekitar 10-20 meter, dibikin kayak tangga," katanya.

Menurut dia, kejahatan lingkungan tersebut dilakukan oleh pelaku yang sudah terbiasa dan terorganisir. Mereka mengolah kayu dalam bentuk papan dan broti di dalam hutan. Kemudian menggunakan sepeda kargo, berupa sepeda motor yang dimodifikasi untuk mengangkut kayu olahan.

Sepeda kargo tersebut berjalan di rel yang dibuat pelaku menuju kanal. Dari kanal tersebut kayu olahan dibentuk rakit dan didorong dengan sampan.

Tim BBKSDA Riau memusnahkan 10 gubuk dan 10 sepeda kargo dengan cara membakarnya. Sedangkan, sekitar 10 meter kubik kayu alam bermacam-macam jenis dihancurkan dengan cara dicincang dengan gergaji mesin. ***3***

Baca juga: 10 pondok pembalak liar di Giam Siak Kecil Bengkalis dimusnahkan, begini penjelasannya

Baca juga: Operasi penangkapan pembalak liar Giam Siak Kecil selalu bocor, begini penjelasan BBKSDA Riau