Wakil Wali Kota Pekanbaru apresiasi kehadiran warung wakaf

id warung wakaf, act, act riau

Wakil Wali Kota Pekanbaru apresiasi kehadiran warung wakaf

Wakil Wali Kota Pekanbaru Ayat Cahyadi saat menerima kunjungan Warung Wakaf-ACT, Kamis (23/1). (ANTARA/HO-ACT)

Pekanbaru (ANTARA) - Wakil Wali Kota Pekanbaru Ayat Cahyadi menyambut baik ikhtiar Global Wakaf–ACT membuka Warung Wakaf dan menyebarluaskan semangat wakaf di Pekanbaru. Dia juga mengajak masyarakat untuk sama-sama berwakaf melalui Global Wakaf–ACT.

“Global Wakaf sudah mempresentasikan program-programnya, di antaranya Warung Wakaf di Pekanbaru. Ini positif sekali, Warung Wakaf akan banyak membantu saudara-saudara kita menjadi lebih sejahtera,” ungkap Ayat saat ditemui Tim Global Wakaf-ACT di kantornya, Kamis (23/1).

Ia pun mengajak kaum muslim berderma melalui wakaf berapapun nilai wakafnya.

Sementara itu, Dio Alief dari Tim Global Wakaf mengatakan, pemahaman wakaf yang dimaknai secara sempit perlu diperluas. Selama ini, kata Dio, wakaf identik dengan bidang pertanahan dan penyediaan fasilitas keagamaan. "Wakaf tidak melulu identik dengan makam, masjid, dan madrasah. Tim Global Wakaf-ACT pun menginisiasi program Warung Wakaf,” kata Dio.

Lebih lanjut, Dio menjelaskan, sebelum membuka Warung Wakaf, tim Global Wakaf-ACT Riau lebih dulu melakukan riset dan survei di sejumlah lokasi di Kota Pekanbaru. Hal-hal yang diperhatikan antara lain terkait kondisi masyarakat, potensi pasar, dan kesepakatan kerja sama. Sebagian besar hasil pengelolaan Warung Wakaf pun diberikan kepada yayasan atau mitra yang telah menyediakan lokasi Warung Wakaf.

"Sedangkan sebagian hasilnya akan dikelola untuk membuka outlet Warung Wakaf lagi," imbuh Dio.

Warung Wakaf menyediakan berbagai keperluan sehari-hari seperti susu formula, minyak goreng, obat-obatan, hingga keperluan sanitasi. Saat ini lebih dari 100 Warung Wakaf telah dibuka Global Wakaf di seluruh Indonesia.

Salah satu Warung Wakaf yang segera didirikan adalah Warung Wakaf Andini. Andini (14) adalah remaja asal Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, Riau, yang berjuang menafkahi dua adiknya.

Melihat semangat yang terpancar dari Andini, Tim Global Wakaf - ACT Pekanbaru, berikhtiar mendirikan Warung Wakaf untuk Andini sebagai bantuan jangka panjang.

"Andini tidak perlu mengurusnya sendiri, tapi Warung Wakaf akan diatasnamakan Andini. Dengan begitu, ia akan tetap memperoleh laba dari hasil penjualan warung di sepanjang hidupnya," kata Dio.

Meski usianya terbilang masih sangat muda, Andini tetap tegar menghadapi cobaan demi cobaan. Ia rela mengesampingkan mimpi demi merawat adik-adiknya. Kedua orang tua Andini sudah berpisah. Karena tak ada lagi yang bisa diandalkan untuk merawat adik-adiknya, Andini kembali diuji. Adik bungsu Andini didiagnosa menderita TBC dan harus dirawat di RSUD Selasih, Kabupaten Pelalawan. Andini pun dulu sempat putus sekolah.

Kepala Cabang Global Wakaf - ACT Riau Hotman Razali mengatakan, ia berharap Warung Wakaf dapat berkesinambungan dan berdampak untuk masyarakat Riau, "Rasulullah berjuang untuk agama diawali dengan berdagang. Insyaallah dengan dibuka Warung Wakaf, silaturahmi antara masyarakat lebih erat dan benar-benar membantu ekonomi umat,” pungkas Hotman.

Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar