Perkim Dumai Dampingi Enam Kegiatan Sanitasi Masyarakat

id Perkim dumai,Sanimas dumai, kelurahan buluh kasap

Perkim Dumai Dampingi Enam Kegiatan Sanitasi Masyarakat

SAlah IPAL di Dumai. (ANTARA/Abdul Razak)

Dumai (ANTARA) - Dinas Perumahan dan Permukiman Kota Dumai dampingi pelaksanaan kegiatan fisik pembangunan instalasi pengolahan air limbah rumah tangga program sanitasi masyarakat di enam kelurahan.

Kepala Bidang Perumahan Dinas Perkim Dumai Wahyu Wicaksonodi Dumai, Kamis, mengatakan program Sanimas bersumber dana alokasi khusus Kementerian PUPR ini dilaksanakan di Kelurahan Pelintung, Ratu Sima, Jaya Mukti, Bagan Keladi, Buluh Kasap dan Pangkalan Sesai.

"Enam kelurahan penerima Sanimas ini mereka yang menyatakan minat dan sudah di verifikasi oleh tim, tujuan untuk penyehatan lingkungan agar limbah rumah tangga dikelola dengan baik," kata Wahyu.

Pendampingan kegiatan fisik Samimas ini dilakukan dengan penunjukan tenaga pendamping, dan di enam kelurahan penerima ditarget 150 sambungan rumah. Sebelumnya program ini sudah dijalankan sejak beberapa tahun lalu, dengan sasaran rumah kurang sehat pengelolaan limbah domestik.

Teknis pelaksana kegiatan, diserahkan kepada kelompok swadaya masyarakat, dan di setiap satu titik dianggarkan sama, yaitu sekitar Rp420 juta melalui tiga tahap pencairan anggaran.

"Program ini sudah berjalan beberapa tahun, dan kita meminta agar pekerjaan fisik sesuai aturan dibuat demi kepentingan masyarakat penerima manfaat," harap Wahyu.

Wahyu juga menjelaskan bahwa sebelum dimulai pekerjaan, sudah dilakukan sosialisasi ke masyarakat bersama unsur kelurahan dan RT terkait penentuan lokasi IPAL dan warga penerima manfaat.

Saat ini, realisasi proyek masih dua tahap dengan target selesai 70 persen, yaitu tahap pertama pembangunan bakkedalaman 2,5 meter dari permukaan tanah dengan 25 persen anggaran pada Oktober 2019, dilanjut tahap dua melalui 45 persen pembangunan instalasi perpipaan sambungan ke rumah hingga 31 Januari 2020.

"Tahap tiga finishing dengan 30 persen anggaran menunggu pembahasan anggaran perubahan 2020, namun untuk tahap dua ditarget akhir Januari ini," ujar Wahyu.

Sementara, pantauan pekerjaan IPAL Sanimas Kelurahan Buluh Kasap Kota Dumai senilai kurang lebih Rp424 juta dikerjakan tanpa papan proyek, ditarget Tahun 2020 ini tersambung ke 17 rumah tangga, dan pekerjaan sudah terealisasi 65 persen.

Menurut tenaga pendamping Dewi Feriana Purba bahwa tidak ada papan nama proyek yang memuat volume, masa kerja, perusahaan pelaksana serta lain nya tidak harus terpasang karena kegiatan fisik tersebut program sanitasi swakelola dan melibatkan kelompok swadaya masyarakat.

"Kalau ini kan program swakelola dan dikerjakan swadaya masyarakat, jadi tidak perlu pasang papan proyek, dan pembangunan dijalankan sesuai tahap penyaluran dana, sekarang ini sudah berjalan tahap kedua dengan target 70 persen," kata Dewi kepada wartawan baru ini.

Pembuatan sanitasi program Dinas Perkim ini dikerjakan oleh Kelompok Swadaya Masyarakat Sejahtera Bersama Kelurahan Buluh Kasap.

"Sesuai hasil musyawarah dan kesepakatan bersama, program sanitasi ini dibangun diatas lahan Pemko Dumai dan sudah mendapat izin walikota. Pekerjaan hingga tahap dua ini ditargetkan dan harus selesai akhir bulan ini yaitu 31 Januari 2020," ungkapnya.

Lurah Buluh Kasap Ganda Prawiranata meminta pelaksana kegiatan fisik yang melibatkan kelompok swadaya masyarakat ini agar dikerjakan sesuai aturan dan tepat waktu karena sangat dibutuhkan masyarakat.

"Saya berharap program ini cepat selesai dan dikerjakan sesuai aturan, agar segera bisa terealisasi dan dirasakan manfaatnya oleh penerima manfaat." ungkap Ganda.

Selain itu, Ganda juga meminta masyarakat untuk menjaga dan merawat bangunan instalasi pengolahan air limbah yang telah dibangun tersebut dengan baik.

Baca juga: Kawasan Kumuh Pekanbaru Terima Bantuan Tujuh IPAL

Baca juga: Warga Inhu Minta Kejati Proses Kasus IPAL


Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar