Penggrebekan klub malam yang dipimpin Kapolda hanya sita belasan ekstasi

id Polda Riau, Narkoba, Riau,narkoba pekanbaru

Penggrebekan klub malam yang dipimpin Kapolda hanya sita belasan ekstasi

Penggerebekan Queen's Club' (ANTARA/HO Polda Riau)

Pekanbaru (ANTARA) - Kepolisian Daerah Riau membongkar peredaran narkoba terselubung yang melibatkan karyawan di pusat hiburan malam terkemuka di Kota Pekanbaru.

Peredaran narkoba itu terkuak setelah Kapolda Riau Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi beserta jajarannya langsung menggerebek lokasi itu, Minggu dini hari tadi.

Dalam penggerebekan yang turut melibatkan personel Brigade Mobil bersenjata lengkap itu dilakukan dengan menyisir tiap ruangan karaoke pusat hiburan malam terkemuka di kota itu.

Tak hanya ruangan karaoke, sejumlah ruangan tersembunyi tak luput dari penggerebekan. Meski ruangan itu terkunci rapat, hingga harus mengerahkan aparat Brimob untuk mendobrak masuk. Selain itu, ruang karyawan hingga ruangan pimpinan QueenClub tak luput dari pemeriksaan.

Selain Agung, tampak pula Direktur Reskrimsus Kombes Andri Sudarmadi dan wakilnya AKBP Fibri Karpiananto, Direktur Resnarkoba Kombes Suhirman, Kapolresta Pekanbaru Kombes Nandang Mu'min Wijaya turut melaksanakan penggerebekan.

Agung usai operasi penindakan tersebut menjelaskan pihaknya menyita belasan butir ekstasi. Ironisnya, narkoba itu justru diduga dijual oleh karyawan dari tempat hiburan tersebut.

"Kita temukan jaringan peredaran narkoba yang libatkan karyawan Queen Club," kata Agung.

Atas temuan ini, Polda Riau pun mengambil langkah lanjutan, dengan memeriksa karyawan yang diduga berkaitan atas peredaran barang haram ini. Informasi yang dihimpun, Ekstasi yang disita bermerek kodok berwarna cokelat.

Diduga, karyawan yang disinyalir terlibat tersebut menjajakan Ekstasi kepada pengunjung Queen Club. Inilah yang berhasil diungkap dalam operasi yang dipimpin langsung oleh Kapolda Riau tersebut.

Sementara itu pengunjung lainnya termasuk karyawan Queen Club, menjalani tes urine, memastikan tidak ada di antara mereka yang mengonsumsi Narkotika.

Sedangkan karyawan yang diduga terlibat ini sudah dibawa ke kantor Ditnarkoba Polda Riau Jalan Prambanan, guna pemeriksaan lebih lanjut.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Riau Kombes Andri Sudarmadi mengatakan total ada enam karyawan yang diamankan dan digelandang ke Mapolda Riau. Terungkap, para karyawan itu menjual ekstasi melalui grup WhatsApp "Perahu Layar".

"Sudah diamankan, enam orang karyawan. Mereka akan ditindaklanjuti oleh Ditres Narkoba," kata Direktur Reskrimsus Polda Riau Kombes Andri Sudarmadi.

Dari enam orang tersebut, dua di antaranya menjadi fokus aparat berwajib. Mereka masing-masing berinisial Z dan B. Bahkan B kedapatan sembunyi di dalam ruangan, hingga akhirnya aparat Brimobda Polda Riau dikerahkan untuk mendobrak pintu dan merangsek masuk. Walhasil, B pun ditemukan berada di dalam.

Baca juga: Gadis mabuk joget di pinggir jalan yang viral akhirnya jadi tersangka

Baca juga: Polisi tembak pengendali narkoba sindikat internasional di Dumai


Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar