Anggota DPRD Riau Khawatir Anggaran Restorasi Gambut "Mubazir", Ini alasannya

id BRG,suhardiman amby,restorasi gambut ,DPRD RIau

Suhardiman Amby Sekretaris Komisi III DPRD Riau (Antaranews Diana Syafni)



Pekanbaru (Antaranews Riau) - Sekretaris Komisi III DPRD Riau Suhardiman Amby mengkhawatirkan anggaran yang digunakan untuk pemulihan ekosistem gambut akan mubazir atau sia-sia, akibat lambannya realisasi program tersebut di Provinsi Riau.

"Saya melihat kerja mereka (Badan Restorasi Gambut) di Riau kurang professional. Jangan sampai kegiatan ini hanya menghabiskan dana APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara), mubazir saja," sebut Suhardiman Amby di Pekanbaru, Rabu.

Berdasarkan informasi yang disampaikan LSM Jikalahari Riau, realisasi program restorasi gambut, khususnya di Provinsi Riau, berjalan lambat hanya mencapai di bawah 10 persen dengan luas lahan yang baru direstorasi 74 ribu hekatare dari total target 800 ribu hektare. Ketidakseriusan BRG dalam mulihkan lahan yang rusak, kata Politisi Hanura Riau itu, akan menyebabkan kemunduran bagi investasi di Riau.

"Pogram restorasi lahan gambut yang tidak sungguh-sungguh akan menjadi kemunduran bagi investasi di Riau," kata pria yang akrab disapa Datuk itu.

Baca juga: Aktivis Lingkungan Minta BRG Berani Intervensi Korporasi

Baca juga: Kecenderungan Gagal, Program Restorasi Gambut Harus Dibarengi Pemberdayaan Masyarakat


"Sudah ada indikator nya dengan berkurangnya produksi pabrik, berkurang tenaga kerja, berkurangnya PPN, meski sudah dijanjikan lahan lain sebagai pengganti tapi sampai sekarang tidak ada lahan pengganti itu," sambungnya.

Dia menambahkan, lahan-lahan yang direstorasi diduga tidak berada di kawasan yang tepat sasaran. Bahkan ada lahan yang bersertifikat masuk dalam peta kawasan restorasi BRG.

"BRG, jangan main di atas peta, kenyataannya dilapangan banyak temuan lahan yang direstorasi sudah berada di kawasan perkampungan," ujar datuk.

Dia berharap, BRG melakukan perbaikan kinerja mengingat tinggal dua tahun lagi program tersebut dituntaskan pada 2020 mendatang.

Sebagai informasi, Pemerintah mengalokasikan APBN sebesar Rp46 miliar untuk program restorasi gambut seluas 840 ribu hekatare di Provinsi Riau.

Baca juga: Kepala BRG Bantah Realisasi Restorasi Gambut di Bawah 10 Persen

Baca juga: Anggaran Restorasi Gambut untuk Riau 2019 Berkurang 33 Persen
Pewarta :
Editor: Febrianto Budi Anggoro
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar