Investor Malaysia Kagumi Program Kemandirian Pangan Kampar

id , investor, malaysia kagumi, program kemandirian, pangan kampar

   Investor Malaysia Kagumi Program Kemandirian Pangan Kampar

Kampar, (Antarariau.com) - Investor Tim Malaysia Technology Development Corproration (MTDC) mengagumi lahan percontohan Program Desa dan Rumah Tangga Mandiri Pangan dan Energi di kawasan Pusat Pelatihan Pertanian Pedesaan Swadaya Masyarakat (P4S) di Desa Kubang Jaya, Kabupaten Kampar, Riau.

"Saya belum pernah melihat program sebaik ini, bahkan tak ada di Malaysia," kata Ketua Tim MTDC Malaysia Rahman kepada pers saat meninjau lahan percontohan itu, Rabu siang.

Tim MTDC Kerajaan Malaysia yang terdiri dari belasan pengusaha datang ke Kampar untuk meresmikan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) minyak kelapa sawit mentah dan minyak goreng serta sabun di Desa Sei Pinang, Kecamatan Tambang, Kampar dengan kapasitas mencapai 120 ton CPO per jam dan dianggap cukup untuk menampung buah sawit hasil dari perkebunan masyarakat.

Kedatangan para investor tersebut di dampingi Bupati Kampar Jefry Noer. Tim meninjau seluruh areal di kawasan P4S dan menyatakan kekaguman atas berbagai program sektor pertanian, perikanan dan peternakan yang terintegrasi hingga mampu menghasilkan minimal Rp6 juta perbulan untuk satu keluarga dengan pemanfaatan lahan seribu meter persegi.

"Ini adalah program langka yang pantas untuk menjadi percontohan, akan kami bawa ke Malaysia," katanya.

Sementara itu Bupati Kampar Jefry Noer mengatakan program kemandirian pangan ini dilaksanakan untuk mendukung pemerintah pusat dalam mencapai swasembada pangan.

Untuk peresmian PKS minyak goreng dan sabun tersebut, kata Jefry akan dilakukan pada Kamis (12/3).

PKS tersebut didirikan di wilayah Desa Sei Pinang, Kecamatan Tambang, Kampar dengan kapasitas mencapai 120 ton CPO per jam dan dianggap cukup untuk menampung buah sawit hasil dari perkebunan masyarakat.

Jefry mengatakan, pihaknya sengaja membangun PKS tersebut untuk kelancaran bisnis perkebunan terutama untuk pelaku-pelaku masyarakat atau bukan dunia usaha.

"Kalau selama ini PKS hanya menghasilkan CPO yang kemudian diekspor ke luar negeri, maka Kampar membangun PKS yang memproduksi minyak goreng dan produk turunan siap jual lainnya," kata dia.

Jefry mengatakan, hasil produk jadi tersebut nantinya akan dipasarkan di sekitar wilayah Kabupaten Kampar dan sejumlah daerah lainnya di Riau.

Bupati Kampar Jefry Noer mengatakan, bahwa saat ini Kabupaten Kampar memiliki kebun kelapa sawit terluas di Provinsi Riau, yakni hampir 700.000 hektar dengan 37 pabrik kelapa sawit.

Namun, kata dia, hingga kini belum ada industri hilir yang mengolah kelapa sawit menjadi minyak goreng dan berbagai produk turunan lainnya.

"Selama ini produksi kelapa sawit hanya dijual dalam bentuk minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO), sehingga tidak memberikan nilai lebih kepada masyarakat dan daerah penghasil. Maka Kampar berinovasi untuk mendapatkan lebih dari sekedar menghasilkan CPO," katanya.

Selama ini, lanjut dia, untuk minyak goreng saja, masyarakat Kampar harus membelinya dengan harga mahal, padahal kelapa sawit banyak di sini. Makanya Pemkab Kampar bekerja sama dengan investor Malaysia membangun pabrik olahan kelapa sawit di sini.

Menurut Jefry, MTDC telah menyampaikan komitmennya untuk membangun pabrik olahan kelapa sawit di Kabupaten Kampar dengan kesiapan dana hingga Rp1 triliun. Pabrik tersebut direncanakan memiliki kapasitas produksi yang mampu mengolah sekitar 120 ton CPO per jam. (adv)