Caleg PKB, Nunik Sukaryaningsih: Perempuan Harus Cerdas Emosional

id caleg pkb, nunik sukaryaningsih, perempuan harus, cerdas emosional

Caleg PKB, Nunik Sukaryaningsih: Perempuan Harus Cerdas Emosional

Pekanbaru, (Antarariau.com) - Caleg DPRD Riau nomor urut 3 dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) daerah pemilihan Pekanbaru Nunik Sukaryaningsih menyatakan perempuan harus lebih meningkatkan kecerdasan emosional dalam mengarungi dunia politik.

"Perempuan yang berpolitik harus memiliki keserdasan emosional. Tetapi kenyataannya masih banyak perempuan yang tidak bisa mengendalikan emosi, sehingga terkesan kurang tangguh," katanya saat menjelaskan kriteria yang harus dimiliki perempuan dalam berpolitik, di Pekanbaru, Jumat.

Dengan adanya kecerdasan emosional, seorang perempuan bisa menghadapi cobaan dan manuver politik baik dari kawan maupun lawan.

Apabila emosinya mudah terpancing, maka perempuan akan mudah untuk diketahui kualitasnya dan akan dimanfaatkan kelemahannya. Selain itu, kecerdasan lain yang harus dimiliki adalah kecerdasan spiritual dan kecerdasan sosial, katanya.

Sebagai seorang kader PKB, ia akan memulainya dengan meningkatkan tahap kualitas bangsa melalui kecerdasan spiritual yang lebih ditekankan pada adanya pendidikan iman dan taqwa sejak dini.

"Kesehatan jasmani dan rohani seorang ibu akan berpengaruh kepada anaknya sampai lahir, kemudian tumbuh kembang dan dewasa. Ibu adalah guru pertama bagi anak-anaknya," katanya.

Menurut dia, perempuan menjadi awal baik buruknya suatu bangsa. Jika pada saat masih mengandung tidak sehat baik jasmani ataupun rohani, maka tidak sehat pula generasi berikut yang dihasilkannya.

Menjelang helat pemilu 9 April 2014, nanti, Nunik mengaku, tidak terlalu habis-habisan dalam mengampanyekan diri. "Seperti biasa saja, saya menjalani hari-hari. Cuma muatannya yang beda. Setiap bersosialisasi, saya tambahkan bahwa saya caleg," ucap pensiunan PNS Rumah Sakit Jiwa Tampan.

Ketua PKB Riau Abdul Wahid mengatakan partainya memang tidak menggelar kampanye akbar rapat umum terbuka, tapi lebih menekankan agar para calegnya melakukan kampanye secara dialogis turun langsung ke pemilih.

"Kita tidak ada kampanye terbuka, tapi yang kita lakukan hanya kampanye dialogis. Para caleg turun ke masyarakat menjemput langsung aspirasi," katanya.