Vladimir Putin: Rusia tidak menentang Ukraina bergabung dengan Uni Eropa

id Berita hari ini, berita riau terbaru, berita riau antara, Putin

Vladimir Putin: Rusia tidak menentang Ukraina bergabung dengan Uni Eropa

Arsip foto - Presiden Rusia Vladimir Putin memberikan wawancara kepada saluran TV Rossiya-1 di Sochi, Rusia, 3 Juni 2022. (ANTARA/Sputnik/Mikhail Klimentyev/Kremlin via Reuters/pri)

Moskow (ANTARA) - Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan dia tidak keberatan atas rencana Ukraina bergabung dengan Uni Eropa (EU), menyusul keputusan bersejarah Komisi Eropa yang mendukung upaya Kiev untuk menjadi anggota.

"Kami tidak menentangnya. Ini bukan blok militer. Itu hak negara mana pun untuk bergabung dengan serikat ekonomi," kata Putin pada Jumat (17/6), ketika ditanya tentang kemungkinan Ukraina bergabung dengan EU.

Rusia selama bertahun-tahun telah mencerca upaya Ukraina untuk bergabung dengan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO). Masalah ini menjadi isu besar antara Moskow dan Barat.

Sebelum dia memerintahkan puluhan ribu tentara ke Ukraina pada akhir Februari, Putin telah meminta jaminan hukum dari Amerika Serikat bahwa Ukraina tidak akan diterima dalam aliansi militer.

Sebelumnya, juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan Kremlin secara dekat mengikuti upaya Ukraina untuk menjadi anggota EU, terutama mengingat peningkatan kerja sama pertahanan di antara 27 anggota blok.

Masalah ini "membutuhkan perhatian kami yang tinggi, karena kami semua menyadari intensifikasi diskusi di Eropa tentang masalah penguatan komponen pertahanan EU," kata Peskov dalam panggilan telepon dengan wartawan.

Berbicara di forum ekonomi tahunan unggulan Rusia di St. Petersburg, Putin mempertanyakan apakah "bijak" bagi EU untuk mengizinkan Ukraina bergabung, dengan mengatakan bahwa Kiev akan membutuhkan subsidi ekonomi besar yang mungkin tidak bersedia diberikan oleh anggota EU lainnya.

Pada Jumat, Komisi Eropa merekomendasikan EU untuk menunjuk Ukraina dan Moldova sebagai calon anggota.

Sementara itu, bekas republik Soviet ketiga, Georgia, diminta untuk memenuhi persyaratan tertentu sebelum diberikan status yang sama.

Baca juga: Dubes Rusia: Kehadiran Presiden Vladimir Putin di KTT G20 Bali belum bisa dipastikan

Baca juga: Ingin akhiri perang, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy siap bertemu Putin


Sumber: Reuters