Twitter sepakat untuk hapus konten terlarang di Rusia

id Berita hari ini, berita riau terbaru, berita riau antara,twitter

Twitter sepakat untuk hapus konten terlarang di Rusia

Ilustrasi - Orang yang memegang iPhone Apple baru dengan logo Twitter di layar. (ANTARA/Shutterstock/pri.)

Jakarta (ANTARA) - Regulator telekomunikasi Rusia, Roskomnadzor menyatakan Twitter memenuhi permintaan mereka untuk menghapus konten yang dilarang pemerintah negara tersebut.

Dikutip dari Reuters, Senin, Roskomnadzor meminta Twitter menghapus konten yang mengandung pornografi anak, penyalahgunaan obat-obatan atau ajakan bunuh diri kepada anak-anak.

Baca juga: Indonesia Indicator paparkan 10 perempuan paling berpengaruh di Twitter

Twitter menghapus 60 persen konten yang dilarang tersebut, sejak Rusia memperlambat kecepatan platform tersebut pada Maret lalu agar memenuhi permintaan tersebut. Meski pun begitu, lebih dari 1.000 konten ilegal masih bisa diakses di platform tersebut, jumlahnya turun dari tahun lalu yang lebih dari 3.000 konten.

Rusia memperpanjang perlambatan kecepatan platform Twitter hingga 15 Mei.

Roskomnadzor menemukan lebih dari 900 konten terlarang terbaru sejak perlambatan 10 Maret lalu.

Menurut mereka, Twitter menghapus konten ilegal yang baru terdeteksi dalam 81 jam setelah permintaan, lebih lambat dari tenggat waktu di undang-undang yakni 24 jam.

Twitter membantah mengizinkan platform tersebut digunakan untuk mempromosikan perilaku ilegal dan memiliki nol toleransi untuk eksploitasi seksual anak serta melarang promosi bunuh diri atau menyakiti diri.

Perwakilan Twitter menyatakan sudah berdiskusi dengan Roskomnadzor pada 1 April dan 28 April untuk masalah konten ilegal tersebut.

Roskomnadzor menyatakan pada pertemuan 28 April lalu, regulator dan Twitter sepakat membangun komunikasi langsung untuk moderasi konten.

Baca juga: Twitter kini izinkan semua pengguna unggah gambar resolusi 4K

Baca juga: Pengadilan Rusia denda Twitter karena telah gagal menghapus konten


Penerjemah: Natisha Andarningtyas

Pewarta :
Editor: Vienty Kumala
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar