Mewujudkan rumah baru untuk Mbah Rukini

id rukini, rumah baru, mbah rukini, selatpanjang, berita meranti

Mewujudkan rumah baru untuk Mbah Rukini

Proses serah terima rumah baru Mbah Rukini. (ANTARA/Rahmat Santoso)

Matanya berkaca-kaca tak mampu menahan gembira saat menyaksikan rumah barunya, itu seperti mimpi. 
Selatpanjang (ANTARA) - Sontak seperti tidak percaya tatkala Rukini mendapat rumah baru. Ia merasa nyaman setelah menempati rumah papan beratapkan sejenis spandek yang mampu menciptakan hawa dingin ketika malam hari.

"Rumahnya adem Pak, terimakasih banyak (atas bantuan rumahnya). Semoga bapak diberikan panjang umur dan murah rezeki," ucap Rukini haru di depan relawan yang membantu mewujudkan rumah barunya, Sabtu (17/10).

Matanya berkaca-kaca tak mampu menahan gembira saat menyaksikan rumah barunya, itu seperti mimpi.

Ia bersyukur doanya selama ini diijabah Allah SWT. Keinginan untuk hidup lebih layak akhirnya terpenuhi dengan rumah baru.

Singkat cerita, wanita berusia 88 tahun itu sebelumnya hidup bersama mantan suaminya di Desa Insit Kecamatan Tebingtinggi Barat beberapa tahun silam. Dengan suaminya itu ia tidak memiliki anak semata wayang pun.

Bermula di situ Rukini diterpa musibah. Ia ditinggal cerai mati oleh suaminya. Karena hidup seorang diri setelah ditinggal suaminya, dia bersama keluarga lainnya memutuskan untuk menjual warisan rumah tersebut yang berujung menimbulkan masalah baru.

"Waktu itu si Mbah menjual rumah mantan suaminya dengan melibatkan saudaranya di Desa Kundur. Mirisnya hasil dari penjualan itu tidak jelas sehingga si Mbah tidak mendapatkan bagian. Si Mbah sangat kecewa," ungkap salah satu tokoh pemuda Desa Tenan, Moh Ngadnan.

Mendengar cerita si Mbah, hati pria yang akrab disapa Adnan itu seakan teriris. Tapi Mbah tidak mau terbuka banyak soal masa lalunya.

Rumah lama Mbah Rukini. (ANTARA/Rahmat Santoso/dok)


Rukini akhirnya memutuskan ikut tinggal bersama anak tirinya di sebuah desa di Kecamatan Rangsang Barat. Dia diajak untuk hidup bersama anak tirinya, namun tidak berlangsung lama.

"Meninggal suaminya, dia ikut anak tirinya selama lebih kurang enam bulan. Selama tinggal dengan anak tirinya, si Mbah merasa tersiksa hidupnya dan akhirnya memutuskan pergi dari situ," ungkap pria itu yang sehari-hari ikut membantu mengurusi kebutuhan Rukini.

Diterpa berbagai persoalan itu, Rukini tak putus asa. Wanita berambut putih keperakan itu akhirnya kembali ke Kecamatan Tebingtinggi Barat untuk tinggal bersama pamannya di Desa Tenan.

Saat itu Wartawan ANTARA mencoba berkomunikasi dengan Mbah Rukini. Usia yang sudah renta, membuat komunikasi dan pendengarannya sudah mulai berkurang. Tubuhnya pun tampak membungkuk.

Dengan suara parau, ia mengungkapkan selama hidup bersama pamannya di Desa Tenan dia berasa nyaman meski hanya di sebuah gubuk kecil berukuran 3x6 meter yang sangat jauh dari layak huni.

Rumah yang ditempatinya hanya beralaskan papan rapuh dan beratapkan daun rumbia. Ia tinggal bersama pamannya lebih kurang selama dua bulan.

"Ini rumah paman saya. Di sini saya hanya menumpang," ujar si Mbah, panggilan akrab Rukini oleh warga kampung setempat.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, ia hanya mengandalkan pamannya yang bekerja sebagai buruh pemotong karet. Sedangkan Rukini lebih banyak berdiam di rumah mengingat kondisi fisiknya yang sangat lemah.

"Kalau untuk makan pun hanya bertumpu dengan paman saya. Kadang juga datang pemberian dari masyarakat. Bahkan kami sempat makan nasi campur garam," aku wanita kelahiran Salatiga, Jawa Tengah itu.

Rukini juga sebelumnya dikenal sebagai mantan dukun beranak di Desa Melai, Kecamatan Pulau Rangsang. Sampai sekarang pun sebenarnya masih dipercaya warga setempat sebagai dukun bayi.

"Iya itulah kerjaan saya di rumah. Masih sanggup sedikit-sedikit jika ada yang datang ingin diurut," ujarnya.

Rumah baru Rukini bisa terwujud atas hasil kolaborasi RCommunity, PWI Kepulauan Meranti, Polsek Tebingtinggi Barat, dan masyarakat sekitar.

Sebelumnya, rumah yang baru untuk Rukini telah didirikan atas dasar swadaya warga setempat, namun masih dalam tahap pengerjaan. Jadi RCommunity dan PWI Meranti berinisiatif melanjutkan pembangunan hunian yang belum terselesaikan itu.

"Sekitar 60 persen sudah dibangun atas swadaya masyarakat. Kami bersedia melanjutkan pembangunannya hingga selesai," ujar penggerak RCommunity, Robert Martias.

Bahan bangunan pun disiapkan untuk melanjutkan konstruksi rumah Rukini seperti papan, seng, hingga triplek.

"Semua bahan-bahan itu akan kami tanggung. Tinggal kita kerjakan saja bersama-sama. Selain itu kita juga membelikan kasur sebab Si Mbah tidur hanya beralaskan tikar," tuturnya.

Hampir sepekan dikerjakan, akhirnya rumah baru Rukini siap untuk ditempati. Pada Sabtu kemarin RCommunity, PWI Kepulauan Meranti, dan Kapolsek Tebingtinggi Barat langsung menuju ke hunian baru itu untuk diserahkan kepada Rukini.

Saat dilakukan serah terima, Kapolsek Tebingtinggi Barat Iptu Simamora menyampaikan, melalui bergotong-royong pembangunan rumah Rukini akhirnya terselesaikan. Ia berharap Si Mbah bisa lebih semangat lagi untuk hidup.

"Semoga dengan rumah baru ini, Mbah lebih semangat lagi. Secara umum kita anggap sudah selesai. Lengkap juga dengan meteran listrik yang sudah terpasang," katanya.

Jauh sebelum mewujudkan rumah Rukini, ada dua target lainnya di Desa Sesap, Kecamatan Tebingtinggi dan Desa Mekong, Kecamatan Tebingtinggi Barat, untuk dikerjakan. Namun kondisi tempat tinggal Rukini yang sangat memprihatikan sehingga layak didahulukan.

"Ini kondisinya urgen. Jadi kami prioritaskan untuk membantunya terlebih dahulu," tambah Ketua PWI Kepulauan Meranti Syamsidir Salim.

Dilanjutkannya, beragam bantuan yang selama ini disalurkan adalah atas dasar ingin membantu tanpa ada embel-embel apapun, murni dari hati nurani.

"Bantuan ini murni disalurkan oleh kami. Tidak ada unsur politik atau apapun. Jadi bantuan dari kami ini jangan dipolitisir," tegasnya.

Di samping itu, RCommunity juga menyiapkan puluhan karung beras untuk dibagikan kepada masyarakat di Desa Tenan. Ada sebanyak 35 karung beras untuk salurkan, masing-masing berisi 5kg.

Robert berharap bantuan yang disalurkan dapat dirasakan manfaatnya kepada masyarakat. Khusus bagi Rukini, ia berdoa agar senantiasa diberi kesehatan dalam menjalani aktivitas di rumah barunya.

Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar