Diminta Presiden, delapan provinsi ini jadi prioritas penanganan kasus COVID-19

id Berita hari ini, berita riau terbaru, berita riau antara, corona

Diminta Presiden, delapan provinsi ini jadi prioritas penanganan kasus COVID-19

Arsip Foto. Presiden Joko Widodo saat memberikan arahan mengenai penanganan COVID-19 di Gedung Negara Grahadi, Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur, Kamis (25/6/2020). (ANTARA/Sekretariat Kabinet)

Jakarta (ANTARA) - Presiden Joko Widodo meminta penanganan COVID-19 di delapan provinsi termasuk Jawa Timur, DKI Jakarta, Jawa Barat, Sulawesi Selatan, Jawa Tengah, Sumatera Utara, dan Papua diprioritaskan.

"Concern(perhatian) kita untuk memasifkan 3 T, testing (pemeriksaan), tracing(pelacakan), dan treatment(penanganan) dengan prioritas khusus testing, tracing,dan treatmentini di delapan provinsi (antara lain) Jawa Timur, DKI Jakarta, Jawa Barat, Sulawesi Selatan, Jawa Tengah, Sumatera Utara dan Papua," katanyadi Istana Merdeka Jakarta, Senin.

Baca juga: Kasus COVID-19 AS per 11 Juli capai 3.236.130 kasus dengan 134.572 kematian

Dalamrapat terbatas mengenai percepatan penanganan dampak pandemi COVID-19" yang dihadiri menteri-menteri dalam Kabinet Indonesia Maju itu, Presiden mengatakan bahwa pemeriksaan COVID-19 harus ditingkatkan dengan menambah fasilitas laboratorium dan mobil laboratorium.

"Untuk tes harus ditingkatkan jumlah PCR (polymerase chain reaction) Test dengan menambah jumlah lab-lab di daerah ditambah mobil lab PCR yang kita harapkan target yang saya sampaikan bisa tercapai yaitu 30 ribu," katanya.

Presiden juga mengemukakan pentingnya pelacakan kasus serta pemantauan terhadap orang-orang yang berisiko terinfeksi virus coronapenyebab COVID-19.

"Kemudian memberikan isolasi mandiri dan treatment. Peningkatan fasilitas rumah sakit khususnya bed(ranjang), APD, obat-obatan, ventilator, kamar isolasi ini juga masih memerlukan tambahan untuk provinsi-provinsi yang saya sebut," katanya.

Kalau masih ada kebutuhan penanganan COVID-19 yang belum terpenuhi, ia mengatakan,Kementerian Kesehatan bisa berkoordinasi dengan kementerian terkait untuk mengatasinya.

"Saya tidak ingin menyampaikan banyak hal tapi saya ingin memberikan apa yang harus segera kita lakukan menyikapi adanya kenaikan kasus positif, kasus baru yang bertambah," kata Presiden.

Dalam rapat tersebut, Presiden meminta para menterinya singkat saja dalam memberikan laporan mengenai upaya penanggulangan COVID-19 yang sudah dijalankan, dan lebih banyak menyampaikan mengenai langkah-langkah yang harus segera dikerjakan.

Hingga Minggu (12/7), jumlah akumulatifpasienCOVID-19 di Indonesia mencapai 75.699 orang dengan jumlah pasien yang sudah sembuh sebanyak 35.638 orang dan pasien yang meninggal dunia 3.606 orang.

Kasus COVID-19 sudah menyebar di seluruh provinsi di Indonesia dengan kasus terbanyak ada di Jawa Timur (16.658) disusulDKI Jakarta (14.517), Sulawesi Selatan (6.973), Jawa Tengah (5.473), Jawa Barat (5.077), Kalimantan Selatan (4.146), Sumatera Selatan (2.653), Sumatera Utara (2.323), Papua (2.267), Bali (2.195), Sulawesi Utara (1.660), Banten (1.593), Nusa Tenggara Barat (1.550), dan Kalimantan Tengah (1.196).

Baca juga: WHO catat 230.370 kasus corona global dalam 24 jam terakhir, terbesar di Amerika Serikat

Baca juga: Kasus baru positif COVID-19 turun secara drastis dibanding kemarin


Pewarta : Desca Lidya Natalia