Jumlah ODP corona di Bengkalis bertambah 1.357 orang. Kok bisa?

id Pemkab BEngkalis,corona bengkalis

Jumlah ODP corona di Bengkalis bertambah 1.357 orang. Kok bisa?

Jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) terkait COVID-19 di Bengkalis bertambah menjadi 1.357 orang hingga, Rabu (25/03).(Alfisnardo)

Bengkalis (ANTARA) - Jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) di Kabupaten Bengkalis terkait virus corona bertambah menjadi 1.357 orang hingga Rabu (25/3).

Data tersebut didapatkan dari Call Center Gugus Tugas Percepatan Pananganan Virus Corona atau COVID-19 Kabupaten Bengkalis. Dimana 1.357 orang ini, terdiri dari 1.234 ODP tanpa gejala. Sedangkan sisanya, 123 dengan gejala seperti demam dan secara umum membaik.

"Dari 18 Puskesmas yang menangani ODP tersebut, empat di antaranya (di wilayah kerjanya), nihil ODP, yakni, Puskesmas Pematang Pudu, Pinggir, Muara Basung, dan Balai Makam,” ujar Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Kabupaten BengkalisErsan Saputra TH.

Sedangkan di beberapa Puskesmas, sambungnya, memang terdapat ODP, tapi bukan ODP dengan gejala dari daerah/negara terjangkit.

"Seperti di wilayah Puskesmas Sadar Jaya (Kecamatan Siak Kecil) dan Puskesmas Duri Kota (Mandau). Masing-masing ODP tanpa gejala dari daerah/negara terjangkit di wilayah kedua Puskesmas itu, sembilandan empat orang," ungkapnya lagi.

Ersan mengatakan, saat ini ada 255 ODP yang diisolasi (karantina) di tiga lokasi yang disiapkan Pemerintah Kabupaten Bengkalis yang terdiri dari 232 laki-laki dan 23 perempuan.

Tiga lokasi tersebut adalah asrama Badan Diklat Desa Kelapapati(119 ODP, terdiri dari 111 laki-laki dan 8 perempuan). Kemudian di Wisma Atlit jalan HR. Soebrantas Ujung Desa Wonosari ada 79 ODP yang kesemuanya laki-laki.

“Sedagkan di BLK jalan Pramuka sebanyak 57 orang (42 laki-laki dan 15 perempuan),” katanya.

Mengenai jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP), Ersan mengatakan, ada enam orang dan saat ini dirawat di RSDU Bnegkalis, Sedangkan di dua RS rujukan lainnya (RSUD Mandau dan RS Permata Hati Duri), nihil PDP.

"Awalnya PDP yang kita tangani sebanyak empat orang dan hari ini bertambah dua orang lagi, dimana keduanya memiliki riwayat perjalanan dari Malaysia dan memiliki kesadaran sendiri datang ke RSUD karena memiliki gejala sakit tenggorokan dan batuk," ungkap Ersan lagi.

Ersan yang juga Koordinator Bidang Teknis Pencegahan dan Pengendalian Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Kabupaten Bengkalis, berharap seluruh masyarakat di daerah tidak panik dengan besarnya angka ODP tersebut.

“Alhamdulillah, hingga setakat ini belum ada warga kita yang positif COViD-19. Kami bersama seluruh pemangku kepentingan terkait, akan berupaya semaksimal mungkin memberikan pelayanan dan kemampuan terbaik untuk mencegah penyebaran COVID-19 di daerah kita ini,” ujarnya.

Ersan berharap partisipasi aktif masyarakat, agar tugas yang mereka laksanakan untuk mencegah penyebaran COVID-19 di Kabupaten Bengkalis tersebut optimal hasilnya.

“Diantaranya mematuhi segala imbauan dari pemerintah, seperti untuk tetap tunak di rumah dan tidak keluar kediaman masing-masing, kecuali untuk keperluan yang sangat urgen. Jangan bepergian ke daerah terjangkit,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Ersan berpesan kalau ada warga di lingkungan masing-masing yang baru pulang dari daerah atau negara terjangkit yang tidak terpantau pihaknya, untuk segera dilaporkan Posko Covid Center di Dinas Kesehatan melalui nomor hotline 0822-8484-9464.

“Setiap hari data terakhir yang kita rekap pukul 20.00 WIB, dan malam itu juga akan kita informasikan ke masyarakat,” janji Ersan.

Baca juga: DDII Bengkalis sarankan ustadz batalkan jadwal ceramah

Baca juga: Forkopimcam Mandau bubarkan kerumunan warga tak jelas antisipasi corona


Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar