Jembatan penghubung Desa Tanjung Lajau Ambruk, masyarakat gunakan sampan untuk nyebrang

id Jembatan tanjung lajau ambruk,inhil,berita riau antara,berita riau terbaru,jembatan

Jembatan penghubung Desa Tanjung Lajau Ambruk, masyarakat gunakan sampan untuk nyebrang

Jembatan penghubung di Desa Tanjung Lajau, Kecamatan Kuala Indragiri (Kuindra), Kabupaten Indragiri Hilir, Riau, ambruk. (ANTARA/Adriah Akil.)

Tembilahan (ANTARA) - Ambruknya jembatan penghubung di Desa Tanjung Lajau, Kecamatan Kuala Indragiri (Kuindra), Kabupaten Indragiri Hilir, Riau, mengganggu aktivitas masyarakat karena jembatan tersebut adalah satu-satunya akses penghubung disana.

Kepala Dusun Beringin Jaya, Juki, kepada Antara, Kamis, mengatakan, sebagai inisiasi agar tetap dapat melakukan aktivitas, saat ini masyarakat menggunakan perahu kecil (sampan) untuk menyebrang terutama bagi pelajar menuju ke sekolah, ke tempat ibadah dan aktivitas lain pada umumnya.

"Masyarakat menggunakan sampan untuk nyebrang seperti ke masjid dan ke sekolah untuk para pelajar," ujar Juki melalui telefon selulernya.

Juki mengatakan, perahu kecil tersebut digunakan untuk mengangkut warga menyebrang. Menurutnya, upaya tersebut adalah satu-satunya cara agar aktivitas warga tidak lumpuh.

Juki mengungkapkan, jembatan yang terletak tepatnya di Sungai Jelutung 3 RT 016, Dusun Beringin Jaya, Desa Tanjung Lajau itu ambruk pada Rabu malam (11/12) sekira pukul 20.00 WIB.

Jembatan tersebut ambruk karena kondisi yang sudah tua sehingga tidak lagi mampu menahan beban arus sungai yang saat itu sedang kencang.

"Saat itu arus sungai kencang karena air pasang, karena sudah tua jadi ambruk," ucapnya.

Beruntung kata dia, tidak ada masyarakat yang melintas pada saat kejadian, sehingga tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

"Tidak ada korban jiwa karena kejadiannya malam hari dan tidak ada masyarakat yang lewat. Tapi kerugian diperkirakan ratusan juta rupiah," tuturnya.

Jembatan yang menjadi penghubung antar RT 016-017 itu dibangun melalui Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) mandiri pada Tahun 2010 dengan ukuran panjang 25 meter dan lebar dua meter.

Saat ini, lanjutnya, masyarakat telah bergotong-royong meminta sumbangan kepada masyarakat sekitar guna pembangunan jembatan darurat.

"Karena bantuan dari pemerintah belum ada, masyarakat iyuran dulu untuk pembangunan jembatan baru," tambahnya.

Pewarta :
Editor: Febrianto Budi Anggoro
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar