Resahkan masyarakat, DPRD Riau desak polisi tangkap sembilan tahanan kabur

id DPRD Riau,tahanan kabur

Resahkan masyarakat, DPRD Riau desak polisi tangkap sembilan tahanan kabur

Ketua Fraksi PKS DPRD Riau Markarius Anwar. (ANTARA/Diana Syafni)

Pekanbaru (ANTARA) - Anggota DPRD Riau daerah pemilihan Siak- Pelalawan Markarius Anwar meminta aparat kepolisian untuk segera menangkap sembilan tahanan yang kabur dari Polsek Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan,pada Jumat (29/11) dini hari.

Hal ini dikatakan Markarius Anwar di Pekanbaru, Senin, karena dikhawatirkan lepasnya tahanannya ini rentan akan aksi kriminalitas yang membahayakan, sehingga menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

"Kita minta aparat untuk segera mengambil tindakan. Diupayakan segera ditangkap kembali. Diharapkan masyarakat ikut membantu aparat, bila ada informasi yang bersangkutan segera melaporkan," ujar Markarius Anwar yang juga merupakan Ketua Fraksi PKS DPRD Riau itu

Markarius meminta agar masyarakatmengkatifkan kegiatan sistem keamanan lingkungan atau lebih dikenal siskamling, untuk meminimalisir tindakan kejahatan yang mungkin terjadi.

Ketika ditanyakan terkait pengamanan Polsek setempat, Markarius hanya mengatakan hingga saat ini belum mengetahui secara pasti penyebab lepasnya para tahanan.

Namun begitu, dirinya meminta Kapolda Riau untuk melakukan pemeriksaan ke ruang tahanan yang ada di seluruh Riau agar kejadian serupa tidak terjadi lagi.

Kedisiplinan petugas jaga yang ada di setiap polsekjuga menjadi perhatian karena hal itu bisa dianggap kelalaian aparat saat menjaga tahanan.

"Kita meminta Kapolda Riau untuk memeriksa kondisi fasilitas tahanan yang ada di seluruh kantor kepolisian yang ada di Riau. Kalau ada yang kurang kuat, perlu rehabilitasi. Sehingga tidak membuka kemungkinan terjadinya kejadian seperti ini," ucapnya.

Sebelumnya pada Jumat (29/11), sembilan tahanan di Polsek Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan kabur setelah membobol tembok ruang tahanan.

Baca juga: Jebol tembok, sembilan tahanan Polsek Pangkalan Kerinci kabur

Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar