Karhutla Riau, Pemko Pekanbaru perbolehkan ASN hamil tidak bekerja

id ASN hamil libur saat karhutla, PNS hamil libur, riau berasap, karhutla riau

Karhutla Riau, Pemko Pekanbaru perbolehkan ASN hamil tidak bekerja

Petugas medis PMI Provinsi Riau saat memberikan terapi oksigen dan penanganan medis di ruang sehat bebas asap di ,arkas PMI Provinsi Riau. (ANTARA/HO-PMI Provinsi Riau)

Pekanbaru (ANTARA) - Setelah meliburkan anak sekolah beberapa pekan, kini Pemerintah Kota Pekanbaru memberikan Aparatur Sipil Negara (ASN) setempat yang sedang hamil untuk tidak bekerja selama masih ada kabut asap.

"Namun dengan syarat mereka tetal bekerja di rumah," kata Wakil Wali Kota Ayat Cahyadi di Pekanbaru, Kamis.

Dia mengatakan hal itu dilakukan karena semakin memburuknya kualitas udara Kota Pekanbaru hingga level tidak sehat, akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

"Kita beri izin, jika Indeks Standart Pencemaran Udara (ISPU) masih level tidak sehat," kata Wakil Walikota Pekanbaru Ayat Cahyadi.

Ayat Cahyadi mengatakan, keringanan itu diberi agar tidak mengganggu kesehatan janin yang dikandung ASN perempuan.

"Bayi atau janin dalam kandungan itu kan membutuhkan oksigen. Jadi karena udara masih belum membaik, bahkan cenderung terus memburuk. ASN ini diizinkan bekerja di rumah," ujarnya.

Untuk menyosisaslisikan itu sebut Ayat,

Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Pekanbaru sudah diminta untuk membuat surat edaran agar ASN hamil tidak harus masuk kantor.

"Melalui BKPSDM kita akan membuat surat edaran untuk ibu-ibu hamil agar tidak ke kantor dulu," kata Ayat.

Ayat menuturkan, ASN yang sedang hamil harus tetap dapat bekerja walau di rumah. Ia tidak ingin kondisi ini justru dimanfaatkan untuk bersantai dan tidak bekerja.

"Tetapi tetap tugas yang bisa dikerjakan di rumah, ya dikerjakan. Sekarang kan sudah ada teknologi, kalau tugasnya selesai bisa dikirim melalui email, WA dan sebagainya," imbuhnya.

Ayat Cahyadi juga berharap dan mengimbau perusahaan-perusahaan swasta setempat agar memperhatikan karyawan yang sedang hamil krena anak-anak adalah sumber daya manusia yang menjadi harapan masa depan.

"Saya minta agar karyawan swasta yang hamil juga diberi fasilitas di engah asap saat ini," imbuhnya.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru Abdul Jamal menyatakan pihaknya kembali memperpanjang libur anak sekolah dua hari ke depan yakni Jumat dan Sabtu (20-21/9). Hal ini dimungkinkan mengingat kualitas udara setempat yang masih memburuk.

"Kami sudah sebar pesan ke semua kepala sekolah di Pekanbaru, libur PAUD, TK, SD, SMP diperpanjang," tegasnya.

Informasi ini akan berubah dan dievaluasi jika udara membaik.

"Agar siswa tidak ketinggalan pelajaran, guru diminta memberikan tugas di rumah," pungkasnya.

Baca juga: Karhutla Riau, Rumah singgah Mal Pekanbaru didatangi satu keluarga karena sesak nafas

Baca juga: Karhutla Riau - Bayi di Pekanbaru diduga meninggal akibat terpapar asap

Baca juga: Karhutla Riau - Penderita ISPA Riau capai 304.900 kasus