Polisi tangkap pelaku pembakaran tiga gereja kulit hitam di Louisiana

id Berita hari ini, berita riau terkini, berita riau antara, pmbakar tiga gereja di Louisiana

Polisi tangkap pelaku pembakaran tiga gereja kulit hitam di Louisiana

Mobil-mobil pemadam kebakaran Negara Bagian Louisiana, Amerika Serikat, bersiaga di luar Greater Union Baptist Church saat kebakaran di Opelousas, Louisiana, 2/4/2019. (Courtesy Louisiana Office Of State Fire Marshal/Handout via REUTERS)

Louisiana (ANTARA) - Polisi menangkap seorang pria yang diduga membakar hingga tiga gereja, yang jemaatnya didominasi kulit hitam, di paroki Louisiana, ungkap jaksa federal, Rabu.

"Satu tersangka teridentifikasi sehubungan dengan tiga pembakaran gereja di Opelousas dan Louisiana. Ia kini dalam tahanan negara bagian," kata Kejaksaan AS untuk Distrik Barat Louisiana, David Joseph dalam satu pernyataan.

Baca juga: Kapolres: Pembakaran Gereja Bukan Karena Sara

Nama tersangka tidak diungkapkan.

Kantor sherif di St. Landry Parish, lokasi pembakaran, menolak berkomentar dan mengarahkan pertanyaan ke kantor pemadam kebakaran.

Juru bicara Kantor Pemadam Kebakaran, Ashley Rodrigue, mengatakan akan ada pengumuman mengenai kasus tersebut saat konferensi pers Kamis, yang dihadiri oleh Gubernur John Bel Edwards dan sejumlah pejabat penegak hukum.

Pihak berwenang mengatakan bulan ini menemukan "pola" mencurigakan dalam kebakaran yang menghanguskan tiga gereja sejak 26 Maret hingga 4 April di paroki, sekitar 160 km barat laut New Orleans.

Kebakaran tersebut menghancurkan St. Mary Baptist Church di komunitas Port Barre, dan Greater Union Baptist Church serta Mount Pleasant Baptist Church di Opelousas.

Mayoritas jemaat dari ketiga gereja tersebut berkulit hitam. Hal itu menambahkan kecurigaan pihak berwenang bahwa kebakaran itu bisa saja bermotif kejahatan rasial.

Baca juga: Jangan pernah bermimpi pelaku teror penembakan muslim Christchurch dihukum mati di Selandia Baru

Baca juga: Satu orang Warga Malaysia termasuk korban jiwa penembakan Christchurch


Sumber: Reuters

Penerjemah: Asri Mayang Sari



Pewarta :
Editor: Vienty Kumala
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar