Balap Liar Di Perkantoran Bupati Kuansing Meresahkan Warga

id balap liar, di perkantoran, bupati kuansing, meresahkan warga

Balap Liar Di Perkantoran Bupati Kuansing Meresahkan Warga

Kuantan Singingi (Antarariau.com) - Masyarakat Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau meminta pihak Kepolisian dan Satpol PP bertindak tegas untuk menghentikan balap liar dilokasi perkantoran bupati setempat.

"Kami sudah terganggu dan ini juga dapat membahayakan warga," kata salah satu waga Kuantan Singingi Joni (43) di Teluk Kuantan, Minggu.

Ia mengatakan, puluhan anak muda berasal dari berbagai wilayah di Kuansing unjuk kebolehan di areal jalan lintas perkantoran Bupati sudah mengganggu kenyamanan penduduk sekitar, bahkan dikhawatirkan dapat menimbulkan kecelakaan.

Pembalap liar harus dihentikan, atau lokasinya dipindahkan ke areal jauh dari pemukiman, selain merusah citra daerah juga mengusik ketentraman masyarakat.

" Sebaiknya ditertifkan, dibuatkan saja lokasi khusus," sebutnya.

Menurutnya, lokasi yang dijadikan tempat aksi balap liar berada di jalan lurus menuju kompleks Pemda Kuansing dikawasan Senambek kelurahan Sungai Jering Teluk Kuantan, di jalan depan Sport Centre.

Padahal dua jalan ini ramai dilewati warga sore dan malam hari, baik untuk jalan-jalan sore, olahraga, menuju RSUD dan praktek dokter yang ada disekitar lokasi, semua itu membuat bising warga sekitar akibat raungan knalpot.

Tokoh masyarakat Kuansing Damri (67) juga menyebutkan, sudah saatnya Kuansing memiliki arena khusus untuk aksi anak muda yang memiliki bakat pembalap agar tidak menimbulkan keresahan warga.

" Zaman sekarang banyak anak muda memiliki hobby balap, sementara menggangu ketentraman penduduk," ujarnya.

Dijelaskannya, dihentikan aktivitas itu juga merugikan, karena bakat itu terlahir dan bisa disalurkan secara positip, kedepannya pihak pemerintah dan kepolisian setempat membuat beragam kegiatan lomba agar semua tersalur dengan baik.

Polres Kuantan Singingi terkait adanya aksi liar yang meresahkan warga tersebut belum dapat diminta keterangan. (ADV)