China bersama Rusia siap mediasi krisis yang terjadi di Timur Tengah

id Berita hari ini, berita riau terbaru, berita riau antara, Palestina

China bersama Rusia siap mediasi krisis yang terjadi di Timur Tengah

Warga Palestina berkumpul di sekitar puing-puing rumah yang hancur akibat serangan Israel di tengah konflik yang sedang berlangsung antara Israel dengan kelompok Hamas di Khan Younis di selatan Jalur Gaza, Kamis (19/10/2023). Menurut kantor berita yang berpihak pada Hamas pada Kamis, serangan Israel telah menewaskan kepala pasukan keamanan nasional pimpinan Hamas, Jehad Mheisen dan anggota keluarganya di rumah mereka. (ANTARA FOTO/Reuters/Ibraheem Abu Mustafa/nym.)

Beijing (ANTARA) - China siap menjaga komunikasi dan koordinasi dengan Rusia untuk mendinginkan api perang Israel-Palestina, demikian disampaikan Zhai Jun, utusan khusus Timur Tengah setelah bertemu dengan rekannya dari Rusia pekan ini.

Menurut Zhai Jun usai pertemuan dengan perwakilan khusus Rusia untuk urusan Timur Tengah Afrika di Doha pada Kamis, China dan Rusia mempunyai pandangan yang sama dalam masalah Palestina.

"Alasan mendasar terhadap situasi konflik Palestina-Israel adalah karena hak rakyat Palestina untuk memiliki negara secara sah belum mendapat jaminan," kata Zhai.

Zhai menyampaikan kesedihan mendalam atas warga sipil yang menjadi korban yang disertai krisis kemanusiaan dan menyatakan China siap memainkan peran positif dalam melanjutkan pembicaraan damai Palestina-Israel, sekaligus menerapkan solusi dua negara.

Zhai yang bertemu dengan perwakilan Liga Arab Sabtu lalu, serta duta besar Israel untuk China pada Selasa, menyatakan China sama sekali tidak memiliki kepentingan sendiri dalam masalah Palestina.

Baik China maupun Rusia juga bertukar pandangan soal isu Suriah dalam pertemuan tersebut, tapi tidak memberikan penjelasan lebih jauh.

Baca juga: Joe Biden mengaku sangat sedih atas ledakan di RS Al-Ahli Baptist Gaza

Baca juga: Sedikitnya satu juta orang di Gaza terpaksa mengungsi


Sumber: Reuters