Polisi berhasil gagalkan peredaran narkoba gunakan botol sampo oleh WN Brazil

id Berita hari ini, berita riau terbaru, berita riau antara, narkoba

Polisi berhasil gagalkan peredaran narkoba gunakan botol sampo oleh WN Brazil

Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Pol Mukti Juharsa (ketiga dari kiri) bersama Kepala Bea Cukai Bandara Soetta Gatot Sugeng Wibowo (tengah) dan Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko (ketiga dari kanan) beserta jajaran saat melakukan konferensi pers di Jakarta, Rabu (15/3/2023). (ANTARA/Ilham Kausar)

Jakarta (ANTARA) - Direktorat Reserse Narkotika dan Obat Terlarang (Ditresnarkoba) Polda Metro Jaya bekerjasama dengan Bea dan Cukai Bandara Soekarno-Hatta menggagalkan penyelundupan dan peredaran narkotika jenis kokain cair sebanyak 2.000 mililiter (ml) menggunakan botol sampo oleh warga negara asing asal Brazil.

Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko menjelaskan, kasus ini berawal dari adanya informasi Bea dan Cukai Bandara Soekarno Hatta, pada hari Selasa (1/1) pukul 10.00 WIB.

“Kemudian Unit 5 Subdit 3 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya bersama Tim Bea Cukai Bandara Soetta melakukan penyelidikan terhadap satu penumpang berinisial GPS asal Brazil yang membawa narkotika kokain cair," katanya saat konferensi pers di Jakarta, Rabu.

GPS membawa narkoba tersebut dengan

cara memasukkan ke dalam enam botol kemasan sampo di dalam dua tas yang terpisah.

Setelah dilakukan pemeriksaan, motif tersangka melakukan tindakan tersebut karena demi keluarganya.

“Adapun motif tersangka melakukan tindak pidana ini, karena terpaksa demi keselamatan keluarganya yang terancam oleh jaringan pengedar narkoba di Brazil,” katanya.

Sebelumnya, tersangka membawa barang tersebut dari Brazil melalui Rio de Janeiro ke Sao Paolo, lalu ke Doha (Qatar) dan akhirnya ke Indonesia melalui bandara Soekarno-Hatta (Soetta).

Adapun jumlah barang bukti narkotika yang berhasil disita dari tangan tersangka sebanyak 2.000 ml (2 liter) kokain atau setara dengan 2 kilogram kokain senilai Rp20 miliar.

Tersangka dikenakan Pasal 114 ayat (2) subsider Pasal 115 ayat (2) lebih subsider Pasal 112 ayat (2) UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman pidana maksimal 20 tahun penjara.

Baca juga: Pecatan polisi di Pekanbaru tertangkap jadi pengedar sabu

Baca juga: Oknum polisi di Rohil tertangkap pakai narkoba