Tak ada anggaran, Kepulauan Meranti terancam tak bisa ikut Porprov X

id Koni Meranti,Porprov 2022 Kuansing,Anggaran Porprov tak dianggarkan

Tak ada anggaran, Kepulauan Meranti terancam tak bisa ikut Porprov X

Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Kepulauan Meranti berfoto bersama kontingen atlet sejumlah cabor sebelum pelepasan mengikuti ajang Kejuaraan Daerah (Kejurda), beberapa waktu lalu. (ANTARA/dok)

Hasil dari pertemuan itu belum ada kata sepakat apakah Kepulauan Meranti mengirimkan atlet atau tidak nantinya,
Selatpanjang (ANTARA) - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Kepulauan Meranti saat ini sedang dihadapkan dengan masalah soal keprihatinan atletnya yang nyaris tak bisa ikut ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Riau X di Kuantan Singingi pada Oktober 2022 karenaanggaran untuk itu tidak ada.

Ketua KONI Kepulauan Meranti Hendrizalmengaku kecewa dengan sikap pemerintah yang dinilai tak komit terhadap keberlangsungan prestasi olahragadi Kota Sagu itu.

"Seperti yang kita ketahui bersama, anggaran hibah KONI Kepulauan Meranti yang di dalamnya ada belanja Porprov Riau 2022, tidak dianggarkan oleh Pemkab Meranti. Hingga memicu hambatan atlet kita untuk turun," kata Hendrizal kepada wartawan, Senin.

Berangkat atas rasa miris, kuatnya keinginan, hingga desakan para atlet, Hendrizal mengaku keikutsertaan secara mandiri tampaknya akan menjadi opsi terakhir yang akan ditempuh oleh KONI Kepulauan Meranti.

"Kami berulangkali membahas ini karena para atlet cukup semangat mau berangkat hingga timbulnya desakan dari para atlet melalui beberapa cabang. Bahkan mereka siap berangkat secara mandiri dengan uang pribadi. Kami tidak bisa melarang, dan wajib memfasilitasi keinginan tersebut. Namun tetap ini akan menjadi opsi terakhir," bebernya.

Pria yang akrab disapa Bocang itu menuturkan KONI Kepulauan Meranti telah berupaya maksimal agar persoalan itu segera selesai. Namun hingga kini, ia mengaku belum melihat titik terang dari pemerintah dalam memperjuangkan keinginan para atlet.

Seperti sebelumnya, sejumlah perwakilan cabang olahraga telah menghadap Bupati Kabupaten Kepulauan Meranti Muhammad Adil, namun alasan yang didapat para perwakilan masih sama.

"Hasil dari pertemuan itu belum ada kata sepakat apakah Kepulauan Meranti mengirimkan atlet atau tidak nantinya," ujarnya.

Walaupun demikian, ia mengaku, seluruh jajaran KONIKepulauan Meranti tetap akan berusaha mencari solusi untuk memenuhi keinginan para atlet. Di samping itu, KONI juga masih berharap besar atas solusi dari pemangku kepentingan, dalam hal ini Pemkab Kepulauan Meranti.

"Saat ini bukan prestasi yang paling utama, melainkan menunaikan harapan para atlet yang telah bertungkus lumus mempersiapkan diri jelang helat besar itu dimulai. Tentunya kami tidak ingin mereka putus asa. Dengan demikian kami masih menanti solusi terbaik dari Pemkab Meranti," ujarnya.

Terlepas dari kondisi itu juga, Hendri mengungkapkan jika sejumlah sanksi administratif tetap akan menunggu kabupaten termuda di Riau jika tidak mampu ikut serta dalam ajang empat tahunan tersebut.

Sebelumnya Bupati Kabupaten Kepulauan Meranti Muhammad Adil mengaku jika hibah KONI terganjal oleh proses penganggaran, sehingga tidak tertuang dalam RAPBDtahun 2022.

"Jika kita paksakan bakal menjadi temuan, karena memang tercecer mata anggarannya. Karena pejabatnya (waktu itu) telat meng-input dalam sistem. Kalau dipaksakan, tentu akan menjadi temuan," ungkap Bupati Adil.

Menyikapi itu, Adil meminta seluruh atlet untuk memanfaatkan kondisi itu dengan cara fokus melatih diri dan kemampuan. Begitu juga KONI dan cabor dapat memperkuat pola pembinaan, mengingat prestasi para atlet belum begitu maksimal jika dibandingkan dari kabupaten dan kota lain di Riau.

"Jangan fokus ke Porprov atau ajang pertandingan olahraga lainnya di luar. Kita perbaiki dari dalam dulu. Kalau sudah bagus nantibaru kita keluar," imbuh mantan anggota DPRD Riau itu.