Pelatih tim Riau tak berangkat PON Papua tak dapat bonus meski atletnya raih medali

id Bonus PON, pelatih Riau, tak dapat bonus,Siswanto, pelatih riau tak dapat bonus

Pelatih tim Riau tak berangkat PON Papua tak dapat bonus meski atletnya raih medali

Atlet panahan putra Riau Yogi Pratama (tengah), atlet panahan putra Jawa Barat Deki Adika Hastian (kiri) dan atlet panahan putra Bali I Komang Gede Krishnanda (kanan) berpose dengan medalinya di podium saat upacara penyerahan medali final panahan compound putra PON Papua di Lapangan Kampung Harapan, Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, Senin (4/10/2021). (ANTARA/Zabur Karuru)

Pekanbaru (ANTARA) - Sejumlah pelatih dan asisten pelatih yang tidak diberangkatkan ke ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua lalu dari cabang olahraga yang atletnya mendapatkan medali tidak tercatat sebagai penerima bonus.

Padahal pelatih-pelatih itu juga ikut mempersiapkan atlet-atletnya sejak setahun sebelum dan selama training center (pemusatan latihan) sebulan penuh sebelum PON dimulai. Para pelatih ini memaklumi ketika Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Riau beralasan mereka tidak diberangkatkan karena keterbatasan anggaran.

"Awalnya nama saya masuk dalam tim yang akan berangkat ke Papua, karena waktu itu pelatih yang akan dikirim dari cabang panahan ada dua. Kemudian menjelang jadwal keberangkatan,KONI menyatakan bahwa pelatih yang berangkat hanya satu, sehingga saya tidak jadi berangkat, namun tugas-tugas melatih dan mempersiapkan tim tetap saya laksanakan sebagai mana mestinya,” kata Siswanto, pelatih yang tidak berangkat yang sekaligus Sekretaris Umum Pengurus Provinsi Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Riau di Pekanbaru, Ahad.

Tercatat jumlah pelatih dan asisten pelatih yang ada di Surat Keputusan KONI74 orang. Dari 74 orang pelatih dan asisten pelatih itu, ada beberapa yang tidak diberangkatkan ke Papua dengan alasan keterbatasan kuota dan anggaran.

Setelah PON Papua selesai Gubernur Riau Syamsuar memberikan bonus untuk atlet yang meraih medali. Sedangkan untuk pelatih yang berangkat ke Bumi Cendrawasihitu juga akan mendapat bonus.

Namun para pelatih yang tidak berangkat meski atletnya meraih medali, tidak dianggap berhak menerima bonus. Cabang panahan Riau menyumbang satu emas dan satu perunggu usai menurunkan empat atlet di PON Papua.

Baca juga: PON Papu - Riau raih emas panahan di nomor compound

Sementara pelatih di cabang ini ada dua namun yang diberangkatkan hanya seorang.

Soal bonus, Siswantomengemukakan, atlet peraih medali dan pelatih yang berangkat dapat bonus, sedangkan dirinya sendiri tidak diperhitungkan untuk menerima penghargan.

“Dari cabang manapun yang berprestasi, bagi pelatih yang tidak berangkat memang tidak dapat bonus dari Pemprov Bang, bukan saya saja kayaknya,” ujar Siswanto.

Ia mengakupantas tidak pantas mendapatkan bonus bagi pelatih yang tidak berangkat tapi seharusnya dipikirkan oleh pihak yang akan memberi bonus.

Baca juga: Raih 67 medali, Gubri apresiasi prestasi kontingen Riau di PON Papua

Meski demikian, ia mengaku akan tetap fokus membina atlet untuk meraih prestasi-prestasi berikutnya di berbagai ajang.

“Kalau ditanyakan apa harapannya kepada saya, tentu saja saya menjawab agar pelatih yang tidak berangkat namun ikut berkontribusi untuk persiapan timnya juga harusnya diberi bonus. Mungkin tidak sama dengan pelatih yang berangkat, tetapi ada lah sebagai apresiasi bagi mereka.

Ini saya katakan bukan untuk diri saya sendiri, paling tidak untuk ke depannya, sebab pelatih tetap bertungkus lumus dalam rangka menggembleng para atletnya untuk sebuah prestasi,” ungkapnya.

Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2021