Arsip Belanda soal perlawanan Tengku Buwang Asmara masih dicari

id Buwang asmara, tengku buwang asmara, pahlawan siak, siak

Arsip Belanda soal perlawanan Tengku Buwang Asmara masih dicari

Tim pengkaji pengusulan Tengku Buwang Asmara menjadi pahlawan nasional bersama Pemkab Siak.(ANTARA/Bayu Agustari Adha)

Siak (ANTARA) - Pengusulan Sultan Mahmud Abdul Jalil Muzzafarsyah yang bergelar Tengku Buwang Asmara untuk menjadi Pahlawan Nasional saat ini masih terkendala belum adanya arsip Belanda yang menyatakan Sultan Siak ke-2 itu melakukan perlawanan.

Salah satu anggota Tim Pengusulan Tengku Buwang Asmara menjadi Pahlawan Nasional, Prof. Suwardi MS mengatakan pihaknya sudah membuat buku biografinya. Taktik perang yang terjadi di Pulau Guntung, Kecamatan Sabak Auh itu dapat dijadikan sebagai bukti nyata hebatnya Tengku Buwang Asmara dengan prajurit-prajuritnya untuk melawan Belanda.

"Tapi sumber Belanda mengakui atau tidak? ini yang kita cari. Sumber Belanda yang mengatakan memang betul Sultan Mahmud mampu mengalahkan penjaga Loji atau kantor di Pulau Guntung, ini yang akan kita cari dan kekurangan itu akan kita tambahkan," kata saat mengikuti Focus Group Discussion di Siak, Rabu.

Oleh karena itu, dia meminta kepada Pemerintah Kabupaten Siak agar dapat mengirim dana untuk orang yang ditugaskan mencari arsip Belanda. Itu terkait dokumen yang mengakui bahwa taktik dari Sultan Mahmud itu memang dapat membunuh tentara Belanda sebanyak 59 orang pada periode 1759-1760.

"Setelah itu lakukan seminar kabupaten dan provinsi yang mungkin bisa digabung, lalu seminar nasional," kata Dosen Sejarah Universitas Riau ini.

Anggota Tim Pengkaji lainnya Oka Nizami Jamil juga mengatakan hal serupa bahwa sumber Belanda yang belum cukup. Data yang banyak diambil dari orang Melayu, orang Bugis, orang Singapura, dan orang Malaysia.

"Data orang Belanda yang tidak ada," imbuhnya yang merupakan kelahiran Siak 1935.

Menanggapi hal itu, Bupati Siak, Alfredri

mengakui memang sumber baru dari arsip nasional saja. Namun menurutnya fakta Belanda dikalahkan Tengku Buwang asmara ini kuat karena setelah perang tahun 1760 Belanda tak ada masuk lagi.

"Tapi ada koran kliping yang menyatakan pernah terjadi perlawanan Tengku Buwang asmara, itu yang masih dicari," ungkapnya.
Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2021